Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dampak Perang Iran-AS-Israel, Proyek Infrastruktur Tuban Ikut Tertunda

Ahmad Atho’illah • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:58 WIB
DPUPRPRKP Tuban menyebut perubahan HPS akibat perang Iran-AS-Israel membuat proyek fisik harus dihitung ulang sebelum lelang. (RADAR TUBAN)
DPUPRPRKP Tuban menyebut perubahan HPS akibat perang Iran-AS-Israel membuat proyek fisik harus dihitung ulang sebelum lelang. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Pengerjaan proyek fisik di Tuban diprediksi baru akan mulai paling cepat akhir bulan depan, atau rata-rata paling lambat awal Juli.

Pasalnya, lelang proyek baru akan dimulai satu-dua pekan lagi, atau menjelang akhir bulan. Sementara proses tender membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

‘’Insyaallah 1-2 minggu ke depan (sudah bisa dimulai proses lelang proyek fisik, red),’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Tuban Agung Supriyadi.

Praktis, jika pengumuman lelang dimulai pada pekan terakhir bulan ini, maka proses penandatanganan kontrak terhadap pemenang lelang paling cepat akhir bulan depan—setelah melalui proses tender online antara 30-45 hari.

Baca Juga: Kapal Tanker Raksasa Iran Berhasil Lolos Blokade AS, Kini Berlabuh di Kepulauan Riau

Itu pun jika tidak terjadi sanggah atau gagal lelang lantaran tidak ada peserta yang memenuhi syarat.

Disampaikan Agung, keterlambatan proses lelang proyek ini lantara perubahan harga perkiraan sendiri (HPS) pada paket proyek APBD 2026 yang telah ditetapkan akibat perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel yang menyebabkan lonjakan harga energi global.

Karena itu, setiap paket proyek fisik yang telah ditetapkan harus dihitung ulang berdasar HPS terbaru.

‘’Alhamdulillah, proses penghitungan ulang HPS sudah hampir selesai, sehingga bisa segera dimulai lelang,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, lonjakan harga enegri global itu menyebabkan kenaikan harga metarial bangunan, seperti aspal, baja, besi beton, dan beberapa material finishing impor.

Dengan penyesuaian HPS terbaru, maka volume proyek yang telah dicanangkan bakal sedikit menyusut.

Pembangunan jalan, misalnya, dari 2 kilometer (km) menjadi 1,8 km—menyesuaikan anggaran yang telah dicanangkan sebelumnya. 

‘’Intinya, menyesuaikan dengan HPS terbaru,’’ tandas mantan Kabag Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Tuban itu. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Dampak perang #as #iran #Amerika Serikat