RADARTUBAN – Haji merupakan ibadah istimewa bagi setiap muslim. Selain melibatkan fisik, rohani, dan harta, haji adalah ibadah panggilan yang menjadi hak prerogatif Allah. Sekalipun kuat secara fisik, kaya harta, dan masuk waiting list.
Namun, selama belum dipanggil oleh-Nya, maka selama itu pula proses keberangkatan ke Tanah Suci masih menjadi misteri. Itulah gambaran tujuh calon jemaah haji (CJH) asal Tuban yang menyusul berangkat beberapa hari lalu.
Sebelumnya hanya diminta untuk melakukan persiapan, tapi tidak ada kepastian bakal berangkat tahun. Namun, Tuhan berkehendak lain. Kabupaten Tuban mendapat tambahan tujuh kuota.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban Abd Ghofur mengatakan, dua jemaah kuota tambahan asal Kota Siwalan telah diberangkatkan Selasa (5/5).
Sedangkan lima jemaah lain menyusul jadwal pemberangkatan dan penggabungan kelompok terbang (kloter).
‘’Tujuh jemaah yang masuk kuota tambahan ini merupakan jemaah cadangan berdasar nomor urut kursi paling atas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disinggung soal administrasi keberangkatan dari jemaah cadangan tersebut?
Ghofur mengatakan, seluruh proses administrasi jemaah kuota tambahan, baik berupa paspor, pelunasan, hingga pengajuan visa telah lengkap dan memenuhi syarat.
‘’Karena sejak awal sudah diminta kesiapannya (jika sewaktu-waktu berangkat, red),’’ jelasnya.
Sering dengan tambahan tujuh kuota tersebut, kini jumlah keseluruhan jemaah haji asal Tuban menjadi 1.652 jemaah, dari sebelumnya 1.645 jemaah yang tergabung dalam kloter 26, 27, 28, 29, dan 30. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama