RADARTUBAN – Meninggalnya M. Iqbal Firmansyah, driver ojek online (ojol) yang diduga akibat keteledoran pekerjaan galian pipa PDAM di proyek Sekolah Rakyat (SR) Tuban, tepatnya di Jalan Letda Sucipto Tuban menyisakan duka mendalam bagi rekan sesama ojol.
Sebagai bentuk solidaritas, pada Rabu (14/5) malam—setelah peringatan tiga hari meninggalnya korban, puluhan rekan yang tergabung dalam komunitas ojol Tuban menggelar aksi tabur bunga dan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas sekaligus protes di lokasi kejadian, Jalan Letda Sucipto.
Para driver ojol menilai, insiden tragis yang dialami Iqbal bukanlah kecelakaan tunggal semata, namun adanya faktor kelalaian pihak terkait yang membiarkan gundukan galian yang membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga: Gundukan Galian Proyek Sekolah Rakyat Tuban Baru Dibersihkan Setelah Tewaskan Driver Ojol
Dalam hal ini, pihak yang paling disorot dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, adalah PDAM dan PT Waskita Karya, selaku kontraktor dalam proyek pembangunan SR Tuban.
Di tengah aksi solidaritas tersebut, Mujiono, sepupu korban yang juga berprofesi sebagai ojol tak kuasa menahan tangis.
Dia mengatakan, uang santunan yang diberikan pihak terkait senilai Rp 20 juta kepada pihak keluarga belum pantas jika dibandingkan dengan nyawa sepupunya.
‘’Nyawa tidak dapat digantikan dengan uang, mau berapa pun nominalnya tetap tidak setara,’’ ungkapnya saat ditemui awak media pascaaksi tabur bunga.
Dikenang oleh Muji, korban semasa hidupnya merupakan tulang punggung keluarga. Ayah korban sudah tidak mampu bekerja, sementara ibunya hanya menjaga warung kecil.
‘’Bisa dibilang dia (korban, red) ini tulang punggung di keluarga, bahkan untuk mencari tambahan penghasilan, korban terkadang bekerja serabutan,’’ tutur pria 38 tahun itu.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, sampai saat ini pihak keluarga masih syok pasca meninggalnya Iqbal.
Apabila tidak adanya pertanggungjawaban yang layak, pihak keluarga dan komunitas ojol siap membawa kasus ini menuju jalur hukum.
‘’Jika tidak ada kelanjutan yang jelas, kami siap melanjutkan kasus ini menuju kepolisian. Kami juga minta dukungan teman-teman komunitas untuk mengawal kasus ini,’’ tegasnya.
Sementara itu, Hendra Waskita, salah satu rekan korban mengatakan, bentuk itikad baik dari pihak terkait sebelumnya telah ada, menurutnya ini bukan hanya soal nominal, melainkan bagaimana pihak terkait benar-benar hadir untuk memulihkan kondisi keluarga secara psikologis maupun ekonomi.
‘’Yang dibutuhkan keluarga itu perhatian dan pendampingan pasca kehilangan anaknya. Pastinya tidak mudah, sebab yang hilang (meninggal, red) perannya cukup vital di keluarga, pihak terkait harus memahami itu,’’ beber dia.
Baca Juga: Driver Shopee Food Tewas Usai Terjatuh di Depan Sekolah Rakyat Jalan Letda Sucipto Tuban
Ketua Komunitas Ojol Tuban, Nanang Sasmito yang juga koordinator aksi, menyoroti kondisi jalan sebelum insiden kecelakaan menimpa korban. Dia mengatakan, kematian Iqbal menyisakan banyak pertanyaan.
Menurutnya, kondisi jalan saat kejadian tampak membahayakan bagi pengguna jalan. Terutama ketika malam hari tanpa adanya papan peringatan maupun penerangan penanda adanya galian.
‘’Kami siap mengawal rekan kami sampai mendapat keadilan yang sepantasnya, kami juga tidak menutup kemungkinan adanya aksi lanjutan,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama