Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Tuban: Momentum Meneguhkan Kembali Pesan Saling Mengasihi Antarsesama

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:13 WIB
Ratusan umat katolik fokus memanjatkan doa dipimpin Pastor Paroki dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5). (RADAR TUBAN)
Ratusan umat katolik fokus memanjatkan doa dipimpin Pastor Paroki dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5). (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Gereja Katolik Santo Petrus Tuban tak sekadar menjadi tempat memohon dan berdoa pada peringatan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, kemarin (14/5).

Di bawah pimpinan Pastor Paroki Romo Stefanus Cholik Kurniadi, sekitar 300 umat diajak untuk merefleksikan kembali tugas perutusan mereka di tengah masyarakat. 

Perayaan Ekaristi yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga dilanjutkan petang hari pukul 18.30 WIB itu digelar tanpa seremoni tambahan dan hanya berfokus pada ibadah misa perayaan Kenaikan Sang Juru Selamat. 

Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2025: Tanggal, SKB, dan Jadwal Resmi Pemerintah

Dalam pesan pastoralnya, Romo Cholik mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan momen sakral ini sebagai titik balik memperbarui kembali tugas perutusan sebagai murid Kristus.

‘’Makna intern bagi umat Katolik dalam merayakan Kenaikan Tuhan adalah panggilan untuk mewartakan peristiwa sengsara, wafat, hingga kebangkitan Kristus,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban saat ditemui setelah ibadah misa pagi. 

Menurutnya, makna terdalam dari hari raya ini adalah pengalaman merasakan kasih Allah yang menyelamatkan.

Namun, kasih tersebut tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Umat diwajibkan membagikan kasih itu kepada sesama melalui karya kebaikan, tutur kata yang benar, serta tindakan yang mencerminkan kedamaian. 

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam perayaan ini adalah pentingnya
melakukan dialog iman dan dialog kehidupan dengan sesama, terutama dalam konteks lintas agama.

Selain itu, dia ingin memastikan bahwa kehadiran umat mampu membawa damai, kemauan untuk memaafkan, serta usaha konsisten untuk hidup dalam kasih
dan sukacita.  

‘’Merayakan Kenaikan Tuhan berarti kita siap menjadi saksi hidup. Kita diingatkan kembali pada pesan dalam Surat Yakobus 2:26, bahwa tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan adalah mati," tegas Romo Kholik. 

Pemuka agama Katolik ini melanjutkan, bahwa merayakan Kenaikan Tuhan juga berarti merayakan kabar Injil atau kabar sukacita. Sukacita tersebut harus terpancar dalam interaksi sosial dengan sesama warga negara, didasari oleh semangat persaudaraan yang erat. 

Lebih jauh lagi, Romo Cholik membedah esensi dari iman yang hidup. Baginya, seorang umat Katolik yang baik adalah mereka yang mampu menjadi oase di tengah lingkungan tempat tinggalnya.

Kesaksian hidup tidak melulu soal bicara di atas mimbar, melainkan bagaimana seorang jemaat bersikap jujur, peduli pada penderitaan tetangga, dan aktif dalam kerja-kerja sosial di tingkat RT/RW maupun lingkungan yang lebih luas.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Presiden Prabowo di Tuban, Agenda Peresmian Dapur MBG dan Panen Jagung

‘’Dialog kehidupan itu tidak harus berat. Cukup dengan saling menghargai, menyapa dengan kasih, dan mau berbagi beban dengan saudara kita yang berbeda keyakinan. Itulah wujud nyata dari kabar sukacita Injil," imbuhnya. 

Meski tanpa dekorasi berlebihan, aura spiritualitas terasa kuat saat doa-doa dipanjatkan di dalam tempat ibadah tersebut.

Fokus pada ibadah murni ini sengaja dipilih agar umat bisa benar-benar meresapi makna kenaikan Kristus ke surga sebagai mandat untuk melanjutkan kebaikan di bumi.

‘’Setelah keluar dari pintu gereja, jemaat tidak hanya membawa pulang berkat untuk diri sendiri saja, melainkan juga membawa semangat perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih pemaaf dan pembawa damai,” pungkasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Tuhan #katolik #Kenaikan Yesus Kristus