RADARTUBAN – Wajar jika Anda merasakan gerah dari siang hingga malam. Pasalnya, suhu udara mencapai 30 derajat Celcius berlangsung sampai malam. Itulah sebabnya—meski matahari telah terbenam, malam hari masih terasa sumuk.
Berdasar pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tuban, suhu udara di atmosfer Kota Legen terpantau di kisaran 30 derajat Celcius, dan berlangsung hingga malam.
"Wajar jika yang dirasakan (pada malam hari, red) udaranya panas dan gerah. Hal ini dikarenakan tutupan awan yang mulai sedikit. Semakin sedikit awan, maka sinar matahari akan langsung dirasakan ke permukaan bumi tanpa adanya halangan,’’ kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Tuban Atintri Pamungkas kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Kenapa Orang Terkena Suhu Dingin Bisa Kebelet Kencing? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Lebih lanjut, Atintri menyebut, fenomena ini dipengaruhi oleh aktifnya angin muson timur. Namun, jika kondisi cuaca tanpa awan ini terus bertahan, maka yang awalnya gerah pada malam hari menjadi sangat dingin.
"Fenomena suhu dingin di malam hari yang akan dirasakan merupakan ciri khas saat memasuki musim kemarau, atau yang sering dikenal oleh masyarakat dengan istilah bediding,” paparnya.
Prediksi BMKG Tuban menunjukkan bahwa seluruh wilayah Bumi Ronggolawe akan memasuki musim kemarau secara menyeluruh pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Namun, kemarau tahun ini diperkirakan tidak akan berjalan normal. Atintri memperingatkan adanya ancaman kekeringan yang lebih ekstrim dibandingkan tahun sebelumnya.
"Untuk kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang karena adanya pengaruh El Nino,’’ tegasnya.
Berdasarkan data rinciannya, pada bulan Mei ini curah hujan di Tuban diprediksi masuk dalam kategori rendah, yakni sekitar 51–100 milimeter (mm). Kondisi ini akan terus menurun selama musim kemarau berlangsung, dengan prediksi curah hujan bulanan di kategori sangat rendah, yakni hanya berkisar 0–50 mm.
Dengan curah hujan yang sangat minim tersebut, potensi kekeringan di lahan pertanian dan krisis air bersih di sejumlah titik rawan di Tuban perlu diwaspadai sejak dini. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih dan terus memantau informasi cuaca terkini.
"Kemarau panjang yang dipicu El Nino ini menuntut kesiapan semua pihak, mulai dari sektor pertanian hingga penanggulangan bencana daerah agar dampak kekeringan tidak semakin meluas di wilayah Kabupaten Tuban,” pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni