Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Datangi Polres, Komunitas Ojol Tuntut Polisi Transparan Buntut Tewasnya Driver yang Diduga Akibat Gundukan Galian Pipa PDAM Proyek SR

Andreyan (An) • Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:32 WIB
Komunitas Ojol Tuban mendatangi ruangan Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban, kemarin (15/5). (ANDREYAN/ RADAR TUBAN)
Komunitas Ojol Tuban mendatangi ruangan Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban, kemarin (15/5). (ANDREYAN/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Perwakilan komunitas driver ojek online (ojol) Tuban mendatangi Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, kemarin (15/5).

Hal ini sebagai bukti kesungguhan mereka dalam mengawal kasus meninggalnya driver ojol, M. Iqbal Firmansyah yang diduga akibat keteledoran pekerjaan galian pipa PDAM di proyek Sekolah Rakyat (SR) Tuban, tepatnya di Jalan Letda Sucipto Tuban pada Senin (11/5) malam.

Dalam tuntutannya, mereka meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan yang menewaskan teman sejawatnya tersebut. Sebab, kecelakaan tragis yang merenggut nyawa driver ojol Shopeefood asal Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban itu menyisakan dugaan kelalaian pelaksana proyek.

Sebagaimana diketahui, korban mengalami kecelakaan di Jalan Letda Sucipto Tuban yang diduga akibat menghindari gundukan galian pipa PDAM di proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR).

Baca Juga: Gundukan Galian Proyek Sekolah Rakyat Tuban Baru Dibersihkan Setelah Tewaskan Driver Ojol

Ketua Komunitas Ojol Tuban Nanang Sasmito menegaskan, hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian yang menitikberatkan human eror dari korban disebut belum sepenuhnya tepat. Menurutnya, masih banyak faktor lain, terutama aspek keselamatan proyek yang wajib didalami polisi.

"Kami berharap polisi segera melakukan investigasi mendalam, terutama aspek keselamatan yang diduga dilalaikan pihak pelaksana proyek galian pipa,’’ ujarnya dan akan terus mendampingi keluarga korban sampai mendapatkan kejelasan dan keadilan yang sepantasnya.

Dalam surat yang dilayangkan ke polisi, komunitas ojol juga menyoroti ihwal perubahan kondisi TKP secara kilat pasca insiden kecelakaan yang merenggut nyawa Iqbal yang menimbulkan kecurigaan publik.

Para driver ojol mendesak polisi melakukan penelusuran secara profesional dan transparan. Apabila ditemukan adanya aspek kelalaian ataupun upaya pengaburan fakta untuk segera ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Disampaikan Nanang, dirinya menyayangkan pihak terkait pasca aksi tabur bunga yang dilakukan oleh sesama rekan ojolnya dua hari lalu di TKP kecelakaan korban, sampai saat ini belum ada itikad baik ataupun komunikasi lebih lanjut kepada keluarga korban.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga korban jika akan menempuh jalur hukum,’’ tutur dia.

Sementara itu, Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistiono mengatakan, dalam penyelidikan kecelakaan yang menimpa Iqbal pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti akurat dan saksi-saksi yang memperkuat faktor penyebab kecelakaan korban.

"Mengenai aspek kelalaian pihak pelaksana proyek galian masih kami dalami, saat ini sudah ada lima saksi yang diperiksa terutama yang berada di TKP,’’ bebernya.

Disampaikan Iptu Eko, pekan depan pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan pihak terkait yakni PDAM Tirta Lestari Tuban dan PT Waskita Karya untuk menjalani pemeriksaan.

Disinggung ihwal dugaan kelalaian yang dilakukan pihak terkait, perwira berpangkat balok dua emas itu belum dapat menyimpulkan secara dini. Pihaknya masih fokus mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi untuk menentukan arah terhadap kasus ini.

"Jika arahnya kesana (adanya kelalaian pihak pelaksana proyek galian, red), pastinya akan kami proses sesuai aturan yang berlaku,’’ tandasnya.

Baca Juga: Tuntut Pertanggungjawaban, Siap Tempuh Jalur Hukum Pasca Tewasnya Driver Ojol yang Diduga Akibat Gundukan Galian Pipa PDAM Proyek SR

PDAM-Kontraktor Proyek SR Kompak Bungkam

Sementara itu, disaat dugaan kelalaian pengerjaan galian pipa PDAM yang menjadi biang utama M. Iqbal Firmansyah tewas mulai berembus kencang.

Hingga saat ini, PDAM Tirta Lestari Tuban dan PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek Sekolah Rakyat (SR) justru sama-sama bungkam.

Kepala Lapangan PT Waskita Karya Agus Saputra saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban ihwal adanya dugaan kelalaian pelaksanaan proyek galian pipa yang menjadi penyebab kecelakaan, hingga berita ini ditulis tak kunjung memberikan keterangan apapun.

Senada dengan pihak PDAM, melalui Kabid Pelayanan Pelanggan PDAM Kondang Aji ketika dikonfirmasi wartawan koran ini sejak lima hari terakhir tak kunjung memberikan tanggapan secara resmi.

Sikap bungkam ini dinilai kontras dengan dampak yang ditimbulkan oleh keluarga korban. Di saat keluarga korban kehilangan sosok tulang punggung ekonomi, namun pihak yang diduga berkaitan dengan insiden kecelakaan yang menimpa korban justru belum memberikan pernyataan secara terbuka.

Sementara itu, Hendra Waskita salah satu rekan korban menyebut, sejak adanya aksi tabur bunga di TKP meninggalnya korban dua hari lalu, menurut sepengetahuannya belum ada komunikasi lanjutan dari pihak terkait kepada keluarga korban.

"Keluarga korban juga butuh penjelasan secara terang, terutama mengenai aspek keselamatan yang diterapkan apakah sudah tepat, terlebih keluarga korban saat ini masih syok dan butuh pendampingan,’’ beber dia kepada wartawan.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Iptu Eko Sulistiono menyampaikan, sejauh ini dari temuan di TKP pasca insiden kecelakaan menimpa driver ojol, ada dua versi kesaksian yang saat ini tengah didalami pihaknya.

‘’Sebagian saksi mengatakan malam itu tidak ada (papan imbauan dan penerangan, red), ada juga yang menyebut ada papan imbauan namun tidak ada penerangan. Dua versi ini tengah kami dalami,’’ beber dia.

Iptu Eko juga menyoroti keterangan dari salah seorang saksi yang menyebut adanya papan imbauan yang justru didirikan tepat di galian pipa. Menurutnya, prosedur itu kurang tepat.

"Seharusnya, jika pun ada papan imbauan, sebaiknya didirikan paling tidak lima meter sebelum galian lubang, agar pengendara bisa mengetahui dan dapat mengantisipasi kecepatan ketika melintas,’’ tandasnya. (an/tok) 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#galian pipa #proyek sekolah rakyat #PT Wakita Karya #pdam #driver ojol