Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sepi Ing Gawe, Rame Ing Panen: Cerita Di Balik Panen Raya Jagung Prabowo di Tuban

Andreyan (An) • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:46 WIB
Bekas lahan parkir kegiatan Panen Raya Jagung Serentak di area pesanggem Dusun Bribin, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak yang diuruk menggunakan beton nol. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Bekas lahan parkir kegiatan Panen Raya Jagung Serentak di area pesanggem Dusun Bribin, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak yang diuruk menggunakan beton nol. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Seperti pepatah Jawa: sepi ing pamrih, rame ing gawe. Itulah “kontribusi” Polri dalam men­­jalankan program ketahanan pangan nasional.

Pasalnya, tidak per­nah terdengar kabar aparat mela­kukan penyuluhan terhadap petani hutan, atau hadir di tengah petani saat awal tanam. 

Namun, tiba-tiba mendapat pujian setinggi langit dari Presiden Prabowo atas keber­hasilannya dalam mengelola ribuan hektare lahan Perhutani. Termasuk ratusan hektare di wilayah Tuban.

Lantas, benarkah aparat berperan aktif atas hasil panen petani jagung yang Sabtu (16/5) lalu? Hingga dibutkan acara seremonial bertajuk Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 secara besar-besaran di area pesanggem Dusun Bribin, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak yang dihadiri langsung Presiden Prabowo.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Presiden Prabowo di Tuban, Agenda Peresmian Dapur MBG dan Panen Jagung

Jaswadi, pesanggem atau petani hutan yang lahannya dijadikan lokasi kegiatan panen raya, mengaku tidak pernah menerima bantuan apa pun dari kepolisian. Jangankan bantuan, pembinaan pun tidak pernah.

Pesanggem asal Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong ini sudah menggarap lahan persil milik Perhutani sudah lebih dari se­puluh tahun. Dan selama itu pula tidak pernah ada semacam kerja sama dengan pihak aparat negara. 

Dari proses pembukaan lahan, menanam, merawat, hingga panen, semuanya di­lakukan sen­diri. Tidak ada cam­pur tangan polisi.

‘’Seingat saya, dulu pernah ada dari TNI, tapi itu sudah lama sekali (berarti tidak ada kaitannya dengan kegiatan panen raya). Kalau dari po­lisi tidak pernah ada (semacam kegiatan bersama, red). Bantuan atau pem­binaan juga tidak ada,’’ ka­­tanya kepada awak media saat dite­mui di rumahnya kemarin (19/5).

“Keakraban” Jaswadi de­ngan aparat baru dimulai menjelang acara seremonial bertemakan panen raya ter­sebut. Itu pun karena area garapannya dijadikan lahan parkir. 

Saking ikut sibuknya menyambut ke­datangan RI 1, dirinya dan beberapa petani pesanggem lain tidak bisa fokus kerja. Bahkan, lahan ratusan meter persagi yang menjadi ga­rapannya turut diratakan menggunakan alat berat demi dijadikan area parkir kendaraan pejabat. 

Dan yang membuat dirinya tidak habis pikir, adalah aksi pengurukan lahan meng­gunakan semen reject demi memadatkan tanah.

Praktis, kini dirinya hanya bisa menepuk jidat sembari menunggu langkah norma­lisasi lahan dari pihak ter­kait. Sebab, jika tidak dila­kukan normalisasi, maka lahan tersebut tidak bisa ditanami lagi.

Meski lahan tersebut adalah lahan Per­hutani atau milik negara. Namun, dirinya sudah me­nye­wa dan menggarap lahan tersebut bertahun-tahun.

‘’Saya sebenarnya tidak masalah, bahkan malah senang, (lahan kami dija­dikan kegiatan panen raya yang dihadiri Presiden Pra­bowo, red). Toh itu juga tanah milik negara, tapi saya tidak me­nyangka sampai ada alat berat dan diuruk menggunakan semen. Saya sangat kaget, apalagi juga tidak diberi tahu sebe­lumnya,’’ keluh pe­sanggem yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) itu.

Baca Juga: Dari Soekarno hingga Prabowo, Pandangan Presiden Indonesia soal Dolar Tuai Perhatian  Luas Publik

Sebagaimana klaim Ka­polri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 berlokasi di 36 Polda seluruh Indonesia dengan total luasan lahan panen sebanyak 189,7 ribu hektare.

Dari jumlah ter­sebut, area Polda Jatim ter­catat yang paling luas, yakni 43,2 ribu hektare. Adapun luas lahan panen di Tuban mencapai 101,5 hektare. Dari total luasan tersebut, hasil panen jagung dari Tuban diperkiraan mencapai 609 ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Ka­polres Tuban AKBP Alaiddin yang dikonfirmasi wartawan koran ini selama dua hari terakhir tak kunjung mem­berikan jawaban. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#panen raya #Polri #prabowo #jagung