RADARTUBAN – Alih-alih memberikan bantuan kepada petani, kunjungan Presiden Prabowo pada acara seremonial bertajuk Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di area Perhutani wilayah Dusun Bribin, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak justru meninggalkan luka yang sulit disembuhkan.
Namun, luka yang dimaksud bukan luka terhadap manusia, melainkan alam. Ribuan meter persegi bekas lahan parkir dan rencana pendaratan helikopter Presiden di lokasi kegiatan terancam menjadi lahan gersang.
Pasalnya, lahan tersebut telah diratakan menggunakan alat berat dan diuruk menggunakan semen reject.
Praktis, jika tidak dilakukan normalisasi atau dikeruk ulang dan dikembalikan seperti semula, maka lahan ribuan meter persegi yang telah diuruk menggunakan semen itu bakal menjadi lahan mati.
Baca Juga: Sepi Ing Gawe, Rame Ing Panen: Cerita Di Balik Panen Raya Jagung Prabowo di Tuban
Dan lahan tersebut adalah lahan yang digarap Jaswadi, pesanggem asal Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Jaswadi mengaku ada kurang lebih 2,7 hektare lahan yang digunakan acara seremonial panen raya jagung tersebut. Dari hampir 3 hektare lahan tersebut, sekitar 7.500 meter persegi diratakan dan diuruk menggunakan semen.
‘’Kurang lebih 2,7 hektare itu digarap tiga orang, termasuk saya. Dan kebetulan, yang disemen itu lokasi garapan saya,’’ katanya.
Atas kondisi lahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya tersebut, Jaswadi hanya bisa pasrah.
Meski lahan tersebut hanya sekadar sewa dari Perhutani. Namun, sudah lebih dari sepuluh tahun lahan tersebut menjadi penghidupan keluarganya.
‘’Memang itu bukan tanah kami. Tapi selama ini kami hidup dan makan dari lahan itu,’’ keluhnya—antara berusaha tabah dan pasrah.
Jaswadi berharap, pihak-pihak terkait memiliki kesadaran dan menormalisasi lahan tersebut. Sebab, jika semen yang ditanam tidak dikeruk ulang dan dikembalikan seperti awal, maka hampir dapat dipastikan bakal menjadi lahan gersang.
‘’Meskipun toh sudah ditutupi tanah lagi, tetap tidak bisa ditanami kalau bawahnya adalah semen,’’ ujarnya.
Sementara itu, seluruh alat berat yang sebelumnya hilir mudik di lokasi telah ditarik semua.
‘’Mohon bantuannya, Pak, entah disampaikan kepada siapa (yang bertanggung jawab atas kerusakan lahan tersebut, red), karena kami tidak tahu harus tanya ke mana. Kami hanya berharap agar lahan garapan kami normal kembali,’’ tandasnya.
Baca Juga: Dari Soekarno hingga Prabowo, Pandangan Presiden Indonesia soal Dolar Tuai Perhatian Luas Publik
Sementara itu, selaku pemangku wilayah dari kegiatan panen raya jagung yang diinisiasi Polri, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin tak kunjung menjawab konfirmasi wartawan koran ini terkait program ketahanan pangan tersebut.
Pesan pertanyaan yang dikirim wartawan koran ini sejak tiga hari lalu tak sekalipun dijawab. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama