RADARTUBAN – Tahapan perebutan finalis Lomba Literasi Numerasi tengah bergulir. Ini menyusul ditutupnya pengumpulan Lembar Jawaban Komputer (LJK) pada Rabu (20/5). Tahapan ini akan menyaring delegasi terbaik di setiap kecamatan untuk beradu kecerdasan di babak final pada Sabtu (30/5) nanti.
Kasi Kurikulum Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Tuban Eko Wahyudi menjelaskan, sebelum memasuki tahap pemindaian, pihaknya akan terlebih dulu melakukan pemilahan berdasarkan jenjang dan kecamatan agar tidak ada data yang tercecer.
‘’Sebelum tahap koreksi, kami akan sortir per jenjang dan kecamatan dahulu. Setelah terpilah, baru nanti kami lakukan tahap scan. Insya Allah akan berjalan selama lima hari dan selesai di tanggal 27 (Mei) mendatang,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban saat ditemui di ruangannya, kemarin (21/5).
Kompetisi ini dipastikan akan berlangsung ketat. Pasalnya, panitia tidak menetapkan standar nilai minimum untuk lolos ke babak final. Kuota kelolosan murni diambil dari pemeringkatan nilai tertinggi dari masing-masing kecamatan.
Baca Juga: Seleksi Lomba Literasi Numerasi Rampung, LJK Mulai Dikumpulkan di Bidang SD Disdik Tuban
Dari total peserta yang berpartisipasi dalam babak penyisihan ini, panitia hanya akan mengambil satu persen peserta dengan nilai terbaik dari setiap kecamatan.
Berdasarkan kalkulasi-setelah dilakukan pembulatan ke atas- bakal ada sekitar 265 anak yang akan melenggang ke tingkat kabupaten.
‘’Satu persen yang akan berkompetisi di tingkat kabupaten itu tidak bisa kami tentukan nilainya harus 90 ke atas atau berapa. Yang jelas, kami akan mengambil anak-anak dengan nilai tertinggi sebanyak satu persen,” imbuhnya.
Kualitas soal dalam ajang ini juga menjadi perhatian khusus dari pihaknya. Praktisi pendidikan yang kompeten telah digandeng untuk merangkai soal literasi dan numerasi. Soal-soal di desain berjenjang mulai dari tingkat kesulitan sedang hingga tinggi.
‘’Tujuannya untuk memetakan kemampuan siswa. Jadi bukan sekadar ajang lomba saja, tapi juga untuk melihat seberapa jauh kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi melalui hasil koreksi LJK ini nanti,” papar Yudi.
Lebih jauh lagi, dia menjelaskan, hasil pemetaan ini akan menjadi data bagi sekolah untuk mempersiapkan siswa kelas 3, 4, dan 5 menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di akhir jenjang SD nanti.
Dengan melatih siswa ketiga jenjang tersebut sedari awal, pihaknya berharap sekolah maupun siswa bisa lebih matang lagi dalam menghadapi TKA dan menghasilkan nilai-nilai yang lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
‘’Harapannya, dengan adanya ajang Literasi dan Numerasi ini bisa mendongkrak nilai TKA pada tahun berikutnya. Dari adanya ajang ini, kami ingin ada efek domino yang baik bagi masa depan akademik siswa di kemudian hari,” tutur Yudi menutup perbincangan. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama