Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tenaga Alih Daya di Tuban Dikontrak Sebulan Sekali: Masuk Pengadaan Barang/Jasa Menggunakan Sistem e-Katalog

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 26 Mei 2026 | 17:47 WIB
Ribuan eks tenaga honorer Pemkab Tuban kini di-outsourcing-kan sebagai sopir, tenaga kebersihan, keamanan, dan pemungut retribusi.(RADARTUBAN/AI)
Ribuan eks tenaga honorer Pemkab Tuban kini di-outsourcing-kan sebagai sopir, tenaga kebersihan, keamanan, dan pemungut retribusi.(RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – Pernyataan mengejutkan terkait kontrak tenaga alih daya diungkapkan oleh Direktur Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM), Ricco Pramudia Winarto.

Ternyata, sistem kontrak eks tenaga honorer Pemkab Tuban ini berlaku satu bulan sekali melalui pengadaan barang/jasa.

Dari total 22 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tuban, Perseroda RSM baru menangani dua OPD, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) dan Dinas Pendidikan (Disdik). Sementara 20 OPD masih ditangani perusahaan lain.

Sebagaimana diketahui, eks tenaga non-PNS yang dialihdayakan itu mencapai kurang lebih 1.200 orang. Mereka di-outsourcing-kan menjadi tenaga kebersihan, sopir, keamanan, dan pemungut retribusi yang ditempatkan di setiap OPD.

Baca Juga: Gaji Rp 500 Ribu dan Tak Masuk Dapodik, Guru Honorer Ponorogo Mengadu Soal Nasib

Lantas, bagaimana langkah Perseroda RSM men-take over tenaga alih daya di 20 OPD yang masih ditangani rekanan luar pemerintah?

Riko—sapaan akrab Direktur RSM—menyampaikan bahwa kesempatan untuk mengambil alih seluruh proses pengadaan tenaga alih daya di 20 OPD lain masih sangat terbuka. 

Sebab, kontrak atau pengadaan tenaga outsourcing di masing-masing OPD berlaku satu bulan sekali melalui sistem e-katalog.

‘’Kalau memang penawaran (dari RSM ke OPD, red) cocok, bisa saja selanjutnya bekerja sama dengan kami (setelah sebelumnya bekerja sama dengan rekanan perusahaan lain, red),’’ tegas Riko.

Meski demikian, Riko menyadari bahwa upaya untuk mengambil alih pengadaan barang/jasa tenaga outsourcing itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sebab, dia harus bersaing dengan perusahaan lain. Apalagi, jika perusahaan lain bisa memberikan harga jauh lebih murah. ‘’Tapi, jika kami memiliki nilai plus dari rekanan lain, tentu ada pelung bekerja sama nantinya,’’ jelasnya.

Sebagai bentuk persiapan untuk bersaing dengan perusahaan lain, kini badan usaha milik daerah (BUMD) yang dipimpinnya itu tengah menyiapkan segala administrasi yang dibutuhkan. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Pemkab Tuban #alih daya #opd