RADARTUBAN – Penambahan pos pemadaman kebakaran (damkar) di Kecamatan Kenduruan dan Senori mendesak dilakukan. Itu menyusul waktu tempuh respon pelayanan di dua kecamatan tersebut belum memenuhi standar.
Berdasar hasil evaluasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Tuban selama lima bulan kejadian terakhir, dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, waktu tempuh petugas kebakaran dari pos damkar menuju tempat kejadian perkara di Kecamatan Kenduruan dan Senori lebih dari 15 menit atau standar maksimal waktu tempuh respon pelayanan.
‘’Kecamatan Kenduruan dengan respon waktu rata-rata 18 menit, sedangkan Kecamatan Senori dengan waktu tempuh rata-rata 17 menit,’’ kata Plt Satpol PP-Damkar Tuban Sutaji kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Tiga Anjing Cerdas yang Bantu Reboisasi Hutan Chile Setelah Kebakaran Hebat
Sejauh ini, terang Taji—sapaan akrabnya, Pemkab Tuban memiliki lima pos damkar yang tersebar di beberapa kecamatan. Yakni, Pos Damkar Mako Induk Tuban, Pos Damkar Rengel, Pos Damkar Singgahan, Pos Damkar Jatirogo, dan Pos Damkar Bancar yang belum genap satu tahun didirikan.
‘’Untuk saat ini, wilayah Kecamatan Kenduruan dan Senori dikaver Pos Damkar Jatirogo. Namun, karena medan dan jarak pada beberapa kejadian cukup jauh, masih ada waktu tempuh yang melebihi target, ini akan menjadi evaluasi bagi kami,’’ ungkapnya.
Disinggung ihwal pendirian pos damkar baru di wilayah jangkauan yang masih luas, mantan Camat Bancar itu menilai opsi tersebut memang sudah masuk dalam wacananya. Namun, nantinya setelah mengevaluasi rekap pelayanan dalam satu tahun terakhir.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, Damkar Tuban sebetulnya telah membidik Kecamatan Widang yang masuk wacana pendirian pos pelayanan baru lantaran wilayah cakupannya untuk saat ini masih dikaver Pos Damkar Rengel.
Namun, setelah melakukan evaluasi di dua wilayah ujung barat Tuban tersebut, wacana pendirian pos baru tampaknya akan dikaji kembali.
‘’Sebetulnya, wilayah yang mendesak itu Widang, nanti di akhir tahun akan kami evaluasi secara menyeluruh di seluruh wilayah. Pastinya, pos baru akan kami prioritaskan di wilayah yang rawan,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama