RADARTUBAN – Hari ini (30/5), GOR Rangga Jaya Anoraga akan menjadi panggung pembuktian bagi 266 siswa finalis Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Kompetisi bergengsi hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban ini merupakan tahap akhir setelah melalui babak penyisihan di tingkat kecamatan yang diikuti puluhan ribu siswa kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar (SD). Rinciannya, 87 siswa jenjang kelas 3, 89 siswa kelas 4, dan 90 siswa kelas 5.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Tuban Mokhamad Nurdin mengungkapkan, seluruh finalis yang hadir merupakan delegasi terbaik dari masing-masing kecamatan.
Penilaian pada babak penyisihan dilakukan secara objektif oleh tim juri dari dinas pendidikan, di mana hanya satu persen siswa terbaik dari masing-masing kecamatan yang berhak melaju ke tingkat kabupaten.
Nurdin mengaku sangat bangga dengan pelaksanaan Lomba Literasi-Numerasi tahun ini. Menurutnya, antusiasme sekolah dan siswa di Kabupaten Tuban mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
‘’Animo peserta meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun ini jauh lebih banyak yang ikut meski ada beberapa sekolah yang hanya mengirimkan perwakilannya," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: 266 Finalis Lomba Literasi Numerasi Radar Tuban 2026 Siap Bertarung di GOR Rangga Jaya Anoraga
Tercatat, total peserta lomba pada tahun ini menembus angka 24.327 siswa. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan 2025 yang hanya diikuti oleh sekitar 21 ribu peserta. Lonjakan ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran sekolah terhadap pentingnya kompetensi literasi dan numerasi semakin merata.
Mengenai hasil nilai pasca babak seleksi, mantan Kepala Sekolah SDN Kebonsari ini menegaskan bahwa persaingan di tingkat kecamatan berjalan cukup ketat. Walaupun rata-rata nilai peserta belum mencapai angka sempurna atau 100, tapi secara umum capaiannya sudah tergolong sangat baik.
‘’Memang ada beberapa peserta yang nilainya sama. Tapi kami tetap memilih yang terbaik di setiap kecamatan untuk dikirim ke kabupaten," imbuhnya.
Setelah perlombaan selesai, lembar jawaban komputer (LJK) milik para finalis akan langsung dibawa ke kantor Dinas Pendidikan untuk dikoreksi pada hari yang sama. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan ketua tim pembuat soal untuk mengawal proses pemindaian dan penilaian.
Untuk menentukan juara di setiap jenjang kelas, dinas pendidikan telah menyiapkan setidaknya lima juri ahli yang akan melakukan penjurian secara ketat dan transparan. Meski demikian, pengumuman juara tidak dilakukan pada hari pelaksanaan final.
‘’Kemungkinan memang tidak bisa kami umumkan di hari itu juga, tapi insyaallah secepatnya kami tentukan waktu untuk penyerahan hadiah. Pengumumannya akan kami lakukan sesegera mungkin dan mencari waktu yang tepat," jelas Nurdin.
Melalui event yang telah berjalan rutin selama beberapa tahun ini, dinas pendidikan menaruh harapan besar bagi masa depan generasi muda.
Ajang perlombaan ini bukan sekadar untuk mencari juara, melainkan juga menjadi stimulus jangka panjang untuk mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan di Bumi Ronggolawe.
‘’Semoga kegiatan ini bisa berdampak pada mutu pendidikan di Tuban, khususnya pada bidang literasi dan numerasi. Selain itu, harapannya bisa meningkatkan keterampilan bernalar kritis, kemampuan literasi, numerasi, hingga kreativitas peserta didik," pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni