Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertamina Klaim Stok Solar Aman, Sopir Tuban: Faktanya Kami Masih Antre Berjam-jam

Andreyan (An) • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:45 WIB
Antrean panjang kendaraan di SPBU Manunggal Tuban, imbas kelangkaan solar, kemarin (2/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Antrean panjang kendaraan di SPBU Manunggal Tuban, imbas kelangkaan solar, kemarin (2/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Lagu lama diputar lagi. Bukannya mencari solusi atas kelangkaan solar yang terjadi lagi di Tuban, Pertamina kembali mengklaim bahwa stok BBM jenis solar untuk wilayah Kabupaten Tuban dan sekitarnya dalam kondisi aman. Lalu, apa yang menyebabkan kelangkaan solar di sejumlah SPBU?

‘’Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Ketersediaan stok BBM di wilayah Tuban dipastikan aman,’’ kata Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (2/6).

Disampaikan Ahad, kepadatan antrean kendaraan, khususnya truk dan kendaraan muatan besar di sejumlah SPBU di Kabupaten Tuban pada Senin (1/6) dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan solar.

Baca Juga: Solar Langka Lagi, Sopir di Tuban Rela Antre Berjam-jam demi BBM

Itu seiring tingginya aktivitas distribusi dan logistik pasca libur panjang Idul Adha. Selain itu, di beberapa SPBU juga diketahui sedang menunggu kedatangan pasokan dari terminal BBM.

Pertamina Patra Niaga mengklaim telah melakukan langkah percepatan untuk menjaga kelancaran pasokan BBM ke sejumlah SPBU wilayah Kota Legen. ‘’Pertamina telah mengoptimalkan distribusi dengan memprioritaskan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan antrean,’’ tegas Ahad.

Pernyataan tersebut justru tampak kontradiktif dengan realita di lapangan. Bagi para sopir kendaraan pengguna bahan bakar solar, pernyataan tersebut seolah seperti rekaman lama yang diputar kembali setiap kali fenomena kelangkaan solar melanda.

‘’Kalau memang aman, harusnya kami tidak perlu keliling SPBU dan antre sampai setengah hari.

Faktanya sampai hari ini (kemarin, Red) yang kami rasakan di lapangan, solar masih sulit dicari,’’ keluh Marto, sopir angkutan asal Kecamatan Palang saat ditemui wartawan koran ini di sela mengantre di SPBU Sleko Tuban

Disampaikan sopir paro baya itu, penghasilannya turut tergerus dalam sepekan terakhir imbas sulitnya mencari bahan bakar. ‘’Yang hilang bukan hanya waktu, tapi penghasilan juga,’’ ujar dia.

Keluhan serupa dirasakan Jumadi, sopir angkutan material asal Kecamatan Semanding.

Sudah beberapa hari terakhir dirinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling mencari SPBU.

Menurutnya, persoalan kelangkaan solar tidak hanya diukur dari lancarnya distribusi dari terminal BBM, sebab ukuran paling nyata adalah kemudahan masyarakat memperoleh solar di SPBU terdekat.

‘’Harusnya pihak terkait (Pertamina, red) yang biasa bekerja di balik meja sesekali kroscek langsung di lapangan biar tahu realitanya bagaimana,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Pertamina Patra Niaga #SPBU #jatim