RADARTUBAN – Rencana pembangunan kolam renang untuk menyambut Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2028 berpotensi molor. Pasalnya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban tak kunjung menemukan lokasi yang tepat. Padahal, tahun anggaran 2026 sudah berjalan hampir enam bulan.
Kepala Disbudporapar Tuban Emawan Putra membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan terkait lokasi pembangunan kolam berstandar nasional tersebut. Praktis, kapan proyek senilai Rp 14,3 miliar tersebut dilelang, juga belum bisa dipastikan.
‘’Sampai saat ini masih mencari (lokasi pembangunan kolam renang yang representatif, red),’’ katanya Emawan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disinggung terkait opsi di kompleks Wisata Pantai Boom Tuban, Emawan belum dapat memastikan. Sebab, sejauh ini belum ada keputusan yang diambil oleh pimpinan (baca: Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky).
Baca Juga: Sambut Popda Jatim 2028, Tuban Segera Miliki Fasilitas Renang Modern dengan Anggaran Rp 14,3 M
Apakah masih memungkinan di bangun di Pemandian Bektiharjo? Mantan Inspektur Wilayah IV Inspektorat Tuban itu menyatakan bahwa lahan Pemandian Bektiharjo masih bermasalah secara administrasi.
‘’Sejauh ini masih belum memungkinkan dibangun di Pemandian Bektiharjo,’’ ujarnya sekaligus berharap sengketa aset antara pemerintah daerah dan pemerintah desa segera selesai sehingga tidak perlu mencari opsi lain.
Sementara itu, jika merujuk target pembangunan yang tertuang dalam laman sirup.inaproc.id, lelang proyek kolam renang berstandar nasional itu dimulai pada Mei lalu dan mulai dikerjakan bulan ini. Namun, hingga saat ini belum ada action apa pun. Jangan mulai dikerjakan, dilelang pun belum. (fud/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni