RADARTUBAN - Pesawat yang ditumpangi jemaah haji Tuban yang tergabung di Kloter SUB 29 tiba terakhir di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada kedatangan gelombang pertama kemarin (8/6).
Pesawat Saudi Arabia Airline dengan nomor penerbangan SV5306 itu landing pukul 07.07. Jam pendaratan tersebut maju 33 menit dari jadwal semula pukul 07.40, sebagaimana tertulis di tiket. ‘’Alhamdulillah, Allah memberi lancar,’’ kata AW Evendi, ketua kloter 29.
Jam landing kelompok terbang sebelumnnya, kloter 27 dan 28 juga maju. Hanya kloter 26 yang mundur karena pesawatnya mengalami kerusakan AC.
Ketua Kloter SUB 28 Misbahul Munir memastikan pesawatnya landing sebelum pukul 06.45, sebagaimana tertulis di tiket. ‘’Saya tidak mencatat jam persisnya. Setelah menunggu cukup lama, bus yang mengangkut ke asrama haji berangkat pukul 06.45,’’ kata dia.
Pembimbing ibadah haji kloter 27 Wahid Ali mengonfirmasi pendaratan pesawat yang ditumpangi jemaahnya tiba pukul 04.50, dari jadwal semula 05.40 atau maju 50 menit. ‘’Alhamdulillah, semuanya lancar,’’ ujarnya.
Kloter 26 yang berangkat paling awal justru terlambat hampir dua jam. Nurul Yaqin Anas, ketua kloter 26 mengatakan, kalau mengacu jadwal, sebagaimana tertulis
di tiket, seharusnya pesawat mendarat pukul 04.20. Kenyataannya, pesawatnya baru landing pukul 06.14 atau terlambat 114 menit.
Anas mengungkapkan, teknisi pesawat melakukan perbaikan AC cukup lama sewaktu transit untuk mengisi bahan bakar di Bandara Udara Internasional Muskat Aman.
Kloter SUB 30 gabungan jemaah haji Lamongan dan sebagian kecil Tuban baru terbang Senin (8/6) hari ini pukul 00.55 dari Bandara King Abdulazis Internasional Jeddah. Karena penerbangan berdurasi sekitar 13 jam, 20 menit (sudah termasuk transit sekitar satu jam untuk mengisi bahan bakar), kloter ini baru tiba di Bandara Internasional Juanda Selasa (9/6) pukul 00.15.
Sementara itu, setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), tamu Allah dari Bumi Ronggolawe menjalani sejumlah pemeriksaan.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban terkait alur pemulangan jemaah,
Plt Kepala Kemenhaj Tuban Abdul Ghofur menyampaikan proses pemulangan berlangsung melalui serangkaian tahapan yang terstruktur, melibatkan petugas lintas instansi mulai dari keimigrasian, kesehatan, keamanan bandara, hingga pengelola barang bawaan.
‘’Skema tersebut dirancang untuk memastikan seluruh jemaah kembali ke daerah asal dengan aman, tertib, dan seluruh barang bawaan dapat diterima dalam kondisi lengkap,’’ ujarnya.
Pada tahap awal sesampai di AHES, terang Ghofur, rombongan bergerak menuju Gedung Muzdalifah untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian melalui koridor biometrik atau samsenir corridor.
Melalui fasilitas tersebut, identitas dan dokumen perjalanan jemaah diverifikasi secara elektronik. Setelah itu, kata dia. jemaah menjalani deteksi kesehatan guna memastikan kondisi fisik mereka tetap terpantau setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Baca Juga: Jemaah Haji Tuban Tak Perlu Antre Lama, Pemulangan Jemaah Lebih Cepat Karena Ini
‘’Sembari menunggu proses administrasi selesai, jemaah diarahkan ke area pelayanan konsumsi. Di lokasi ini mereka dapat beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan panitia penyelenggara haji,’’ ujar pria asal Lamongan itu.
Pada saat yang sama, lanjut Ghofur, petugas haji melakukan koordinasi dan pengecekan data kloter, termasuk laporan kesehatan serta administrasi kedatangan. Dia juga menyampaikan penanganan ribuan bagasi yang tiba bersamaan. Ghigur menjelaskan,
Koper-koper besar yang diangkut menggunakan truk kontainer dibongkar di gudang penerimaan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan keamanan melalui mesin X-Ray serta pemeriksaan oleh petugas keamanan penerbangan dan Bea Cukai.
‘’Setelah dinyatakan aman, koper bagasi kemudian dipilah berdasarkan daerah asal dan kelompok bimbingan haji,’’ beber pejabat lulusan IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.
Begitu juga koper kabin disusun sesuai rombongan, sehingga memudahkan proses distribusi kepada pemiliknya. ‘’Penataan tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan saat jemaah bersiap meninggalkan asrama,’’ imbuhnya.
Tahap berikutnya adalah serah terima resmi koper dan air zamzam dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) AHES kepada petugas daerah. Proses ini dilengkapi berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.
Setelah seluruh barang bawaan dipastikan lengkap dan air zamzam telah dimuat ke dalam kendaraan pengangkut menuju daerah masing-masing, kata Ghofur, jemaah mengikuti pembinaan pascahaji.
Kegiatan ini berisi arahan sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual agar pengalaman selama di Tanah Suci dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(ds)
Editor : Yudha Satria Aditama