Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aneh, Sejumlah SPBU Mendadak Kehabisan Stok Pertamax Setelah Harga Pertamax Mendadak Naik

Andreyan (An) • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:33 WIB
Kondisi SPBU Sleko Tuban pasca kenaikan harga Pertamax, kemarin (10/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Kondisi SPBU Sleko Tuban pasca kenaikan harga Pertamax, kemarin (10/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Patut diduga ada permainan. Setelah harga Pertamax mendadak naik. Kemarin (10/6), stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Tuban ikut mendadak kosong.

Di SPBU Sleko Tuban, misalnya. Lajur pengisian BBM Pertalite yang biasanya tidak pernah sepi, pagi-pagi sudah kosong. Begitu pun lajur Pertamax, juga sempat ditutup tapi tidak lama. Dan lantaran lajur Pertalite masih ditutup sehingga banyak yang terpaksa antre mengisi Pertamax dengan harga baru.

Pamandangan yang sama juga terlihat di SPBU Patung di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Lajur pengisian pertalite mendadak kosong. Menyisakan papan pemberitahuan bahwa BBM jenis Pertalite masih dalam proses pengiriman.

Admin SPBU Sleko Tuban Johan Wahyudi mengatakan, mengenai kekosongan stok pertamax di SPBU naungannya sudah terjadi sehari sebelum pengumuman kenaikan BBM pertamax mencuat. ‘’Sudah kosong sejak kemarin (Selasa, Red), kami sudah menginformasikan kepada pihak terkait, namun hingga siang ini (kemarin, Red) mobil pengiriman belum datang,’’ bebernya.

Baca Juga: Pasca Sebulan Divonis Penjara, ASN Pelaku Penganiayaan SPBU Parengan di Tuban Belum Terima Sanksi Disiplin

Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Johan enggan membeberkan secara lebih lanjut lantaran itu ranahnya Pertamina. Sehari setelah pengumuman kenaikan itu, dia mengklaim belum ada pengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat di SPBU Sleko.

‘’Terkait kenaikan harga Pertamax, kami sebelumnya juga tidak tahu sama sekali. Bahkan baru hari ini (kemarin, Red) tahu adanya pengumuman kenaikan harga BBM pertamax,’’ ungkap dia.

Disinggung ihwal efek domino yang akan terjadi akibat kenaikan harga Pertamax yang justru berpotensi menyebabkan lonjakan daya beli masyarakat pada BBM pertalite, Johan belum dapat menyimpulkan secara dini. ‘’Yang pasti, kami juga sebisa mungkin memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Tuban,’’ ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan, penyesuaian harga tersebut diputuskan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar perekonomian.

‘’Kami memastikan pasokan Pertamax tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina termasuk wilayah Kabupaten Tuban, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik,’’ jelas dia.

Disampaikan Ahad, pihaknya memastikan kenaikan harga Pertamax tidak turut serta diikuti BBM pertalite dan solar. ‘’Harga BBM subsidi tetap seperti sebelumnya, tidak mengalami perubahan,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, BBM Pertamax mengalami lonjakan harga yang signifikan. Pertamax (RON 92) semula Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bbm #Tuban #SPBU #pertalite #pertamax