RADARTUBAN – Kedatangan jemaah kloter 30 pada kemarin (10/6) dini hari menjadi penutup kepulangan jemaah haji asal Tuban. Namun, masih ada empat jemaah yang masih dirawat di Tanah Suci.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Tuban, empat jemaah yang dimaksud masih menjalani perawatan secara intensif di salah satu rumah sakit di Makkah.
Dan kabar sedihnya, tidak ada satu pun keluarga yang menunggui. Sebab, peraturan dari tim medis di Arab Saudi tidak mengizinkan jemaah yang dirawat ditemani.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban Abd Ghofur mengaku belum bisa membeberkan kondisi jemaah yang saat ini masih dirawat di Tanah Suci tersebut.
Baca Juga: Kloter 30 Belum Tiba di Tanah Air karena Persoalan Pesawat, Pemulangan Jemaah Haji Tuban Molor
Termasuk kapan jadwal kepulangan ke tanah air. ‘’Belum ada kabar kepulangan, harap untuk bersabar,’’ ujarnya.
Meski demikian, terang Ghofur, pihak keluarga sudah tersambung petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi. ‘’Ketika jemaah kondisinya membaik pasti diikutkan penerbangan dengan kloter lain untuk pulang,’’ bebernya.
Sementara itu, Ketua Kloter 26 Anas Nurul Yaqin mengatakan, dari kloternya ada satu jemaah yang dirawat di Makkah, yakni atas nama Niswatin awal Desa Penidon, Kecamatan Plumpang.
Yang bersangkutan baru selesai operasi jantung. ‘’Kondisinya sudah membaik, sekarang sudah di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menunggu jadwal pulang,’’ ungkapnya.
Sementara itu, kabar duka datang setelah jemaah haji asal Tuban tiba di tanah air. Kemarin (10/6)—dua hari pasca pemulangan, jemaah kloter 26 atas nama Darsiman meninggal dunia di Rumah Sakit Haji, Surabaya setelah dua hari dirawat.
Ketua Kloter 26 Anas Nurul Yaqin membenarkan kabar tersebut. Dia mengabarkan, yang bersangkutan meninggal dunia pada pukul 13.00.
‘’Setelah terbang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz hingga ke Bandara Juanda kondisinya drop sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Informasinya sakit jantung,’’ katanya.
Lebih lanjut, Anas menyampaikan, jemaah yang meninggal tersebut masuk kategori resiko tinggi lantran usianya sudah 65 tahun. Namun, yang bersangkutan sudah menyelesaikan semua rukun dan sunah haji. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama