RADARTUBAN – Gelombang tinggi di perairan utara Tuban yang berlangsung beberapa pekan mulai memakan korban. Seorang nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar dilaporkan hilang saat melaut, kemarin (11/6).
Korban diketahui bernama M. Solikhin Aufal, 44, anak buah kapal (ABK) KM Gunung Baru saat berlayar dari TPI Bulu menuju wilayah perairan Lamongan dan Gresik bersama 27 ABK lainnya pada Rabu (10/6).
Tragisnya, keberadaan korban baru disadari rekannya ketika para awak kapal lainnya bersiap menunaikan salat Maghrib. Biasanya, Solikhin berdiri paling depan sebagai imam, namun sore itu saf salat di kapal itu kehilangan sosoknya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari beberepa rekan korban, siang hari sekitar pukul 14.00, korban diketahui masih bersama rekannya melakukan aktivitas memasang jaring di dalam air.
Baca Juga: Pertamina Klaim Solar Aman, Nelayan Tuban: Ra Masuk Akal Blas!
‘’Memang pada waktu itu gelombang di laut sedang tidak bersahabat, hilangnya korban baru disadari ABK lainnya ketika hendak menuaikan salah Magrib. Korban ini biasanya bertindak sebagai imam di kapal,’’ ungkap Kasat Polairud Polres Tuban AKP Dean Tommy Rimbawan saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (11/6).
Disampaikan olehnya, Satpolairud Tuban baru menerima informasi informasi hilangnya korban kemarin, sekira pukul 10.00. Selepas menerima laporan tersebut, tim pencarian gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran terutama di titik melintasnya kapal pencari ikan tersebut.
‘’Sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan hilangnya korban, hanya saja kondisi laut pada waktu itu sedang tidak ramah. Dugaan sementara, titik hilangnya korban berada di perairan Brondong, Lamongan,’’ beber Tommy.
Saat ini tim SAR gabungan juga dibantu sejumlah kelompok nelayan. KM Gunung Baru yang sebelumnya dinaiki korban sampai saat ini juga masih menyisir jejak hilangnya korban.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, proses pencarian hari pertama difokuskan pada jalur melintasnya kapal KM Gunung Baru di hari hilangnya korban.
‘’Sampai saat ini pencarian masih nihil, apabila sampai pukul 17.00 (kemarin, red) masih belum membuahkan hasil, maka proses pencarian akan dilanjutkan hari berikutnya,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama