RADARTUBAN – Persoalan sampah di Kabupaten Tuban mendapat atensi serius dari pemerintah pusat. Itu tercermin dari jor-joran anggaran yang disipakan untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Siwalan.
Jika terealisasi, Pemkab Tuban bakal menerima kucuran anggaran sebesar Rp 180,5 miliar dari APBN. Anggaran sebesar itu diperuntukkan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) sebesar kurang lebih Rp 140 miliar, sedangkan sisanya untuk pengadaan kendaraan dan penguatan organisasi tata kelola layanan pengumpulan sampah terpilah di tingkat desa dan kelurahan.
Merujuk laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), total anggaran pengadaan kendaraan pengangkut sampah mencapai Rp 27,6 miliar. Rinciannya, Rp 19,7 miliar untuk pengadaan pikap mini dump sebanyak 34 unit dan 6 unit compactor truck.
Baca Juga: ASN Tuban Wajib Pakai Tumbler, Pemkab Tekan Sampah Plastik dan Hemat Energi
Berdasar spesifikasinya, pikap mini ini bisa berjalan di berbagai medan dan memiliki daya tampung minimal 2,5 meter kubik, sedangkan compactor truk disiapkan untuk mengangkut sampah dari titik kumpul ke TPST dengan kapasitas 6 meter kubik.
Selanjutnya, anggaran Rp 5,5 miliar untuk pengadaan pikap. Namun, berapa unitnya tidak disebutkan. Selain itu, juga pengadaan motor sampah untuk sarana pengumpulan sampah di hulu dengan pagu Rp 2,4 miliar. Hanya saja, berapa unitnya, juga tidak disebutkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Anthon Tri Laksono mengatakan, anggaran pengadaan kendaraan yang mencapai puluhan miliar itu dipersiapkan untuk mendukung operasional TPST di TPA Gunung Panggung.
‘’Karena tidak mungkin hanya dibangun pengelolaan sampahnya saja. Jadi, juga sekalian pengadaan kendaraan pengangkut sampahnya,’’ ujarnya.
Hanya saja, bagaimana proses pengadaannya, Anthon mengaku tidak tahu menahu. Sebab, seluruhnya di-handel langsung oleh Kementerian PU. ‘’Pemerintah daerah tinggal menerima, karena proyek ini merupakan pengadaan dari pemerintah pusat yang dibiayai world bank,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni