Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengamat Sarankan Prabowo Vakum Pidato karena Sering Picu Kemarahan Publik

M Robit Bilhaq • Minggu, 14 Juni 2026 | 12:03 WIB
Pangi Syarwi mengkritik sejumlah pidato Presiden Prabowo yang dinilai memunculkan kontroversi dan polemik publik. (Jawa Pos)
Pangi Syarwi mengkritik sejumlah pidato Presiden Prabowo yang dinilai memunculkan kontroversi dan polemik publik. (Jawa Pos)

RADARTUBAN – Pengamat politik menyoroti gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpotensi memicu respons negatif di tengah masyarakat. Kritik tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

Menurut Pangi, tantangan pemerintah saat ini tidak hanya terletak pada keberhasilan menjalankan program dan kebijakan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi yang mampu menjaga kepercayaan publik.

Dia menilai seorang presiden dituntut tidak hanya menghadirkan kebijakan yang tepat, tetapi juga mampu memahami suasana kebatinan masyarakat, terutama di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi.

Baca Juga: IHSG dan Rupiah Rontok Usai Pidato Prabowo, Pasar Cium Risiko Kebijakan Agresif Baru

"Seorang pemimpin tidak cukup hanya membuat kebijakan yang baik, tetapi juga harus mampu menjaga hati rakyat," ujar Pangi seperti dikutip dari Sawitku.id.

Dalam pandangannya, sejumlah pidato Presiden Prabowo belakangan justru memunculkan kontroversi dan memancing perdebatan di ruang publik.

Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Pangi bahkan menyebut Presiden Prabowo sebaiknya mengurangi aktivitas pidato untuk sementara waktu guna meredakan polemik yang berkembang. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menurunkan tensi politik sekaligus mengurangi resistensi yang muncul dari sebagian kelompok masyarakat.

Salah satu pernyataan yang menjadi sorotan adalah pidato Prabowo dalam Musyawarah Nasional HIPMI di Lampung yang menyinggung para pengkritik dengan ungkapan "anjing menggonggong, kafilah berlalu".

Pangi menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan tafsir negatif dan memperlebar jarak antara pemerintah dengan masyarakat yang sedang menyampaikan kritik maupun aspirasi.

Dia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang seharusnya direspons secara bijak. Pemerintah, kata dia, perlu lebih fokus menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dibanding terjebak dalam polemik komunikasi politik.

Menurut Pangi, keberhasilan pemerintah pada akhirnya akan diukur dari sejauh mana kebijakan yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap komunikasi publik pemerintah ke depan lebih menyejukkan, inklusif, dan mampu membangun optimisme di tengah masyarakat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#voxpol center #Politik #pidato #prabowo subianto