Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

RS Muhammadiyah Tuban Hadirkan Garansi Ruang Aman dan Pemulihan Demi Memutus Rantai Kekerasan-Perundungan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:04 WIB
Direktur RS Muhammadiyah Tuban dr. Ratna Ernawati Sp.OG (kanan) bersama Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Dra. Hj. Rukmini Amar (tengah), dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tuban Indah Ummu Chilmi (kiri) meresmikan layanan pendampingan kekerasan perempuan dan perundungan. (M. ROBIT/ RADAR TUBAN))
Direktur RS Muhammadiyah Tuban dr. Ratna Ernawati Sp.OG (kanan) bersama Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Dra. Hj. Rukmini Amar (tengah), dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tuban Indah Ummu Chilmi (kiri) meresmikan layanan pendampingan kekerasan perempuan dan perundungan. (M. ROBIT/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban resmi menjalin kerja sama strategis dengan Aisyiyah Tuban untuk menyediakan layanan pendampingan total bagi korban perundungan dan kekerasan terhadap perempuan. 

Peresmian tersebut bertepatan dengan momentum Milad Aisyiyah ke-109 di Taman Kota Abhipraya, kemarin (16/6). Kolaborasi ini hadir sebagai jawaban sekaligus solusi untuk memutus mata rantai kekerasan yang banyak terjadi di masyarakat. 

Direktur RS Muhammadiyah Tuban dr. Ratna Ernawati Sp.OG menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk atensi terhadap fakta di lapangan. Di mana dalam struktur sosial anak-anak dan perempuan seringkali menjadi pihak inferior yang tidak memiliki kuasa sama sekali.

Baca Juga: Muslimah Prenatal Yoga, Komitmen RS Muhammadiyah Tuban Matangkan Kesiapan Fisik dan Mental Ibu Hamil

‘’Komitmen kami melalui momentum ini tujuannya untuk mendekatkan layanan. Kami ingin korban tidak lagi merasa segan, malu, atau merasa tabu untuk mencari pertolongan. Melalui program ini, kami akan bekerja sama melakukan pendampingan pada korban hingga mereka pulih,” terang Ratna kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Pendampingan yang diberikan RS Muhammadiyah dan Aisyiyah ini bersifat holistik. RS Muhammadiyah Tuban menyiagakan, bahkan telah memiliki psikiater klinis yang berkompeten untuk terlibat dalam proses pendampingan korban.

Terlebih, psikiater rumah sakit di Jalan Diponegoro Tuban ini juga berfokus pada penanganan masalah perempuan. Dengan demikian, hal ini diharapkan mampu meyakinkan korban untuk mencari pertolongan profesional. 

Secara teknis, lulusan Fakultas Kedokteran Univeristas Airlangga ini melanjutkan, ketentuan visum tetap dilakukan di rumah sakit pemerintah.

Pihaknya bersama Aisyiyah mengambil peran penting pada penanganan pascakejadian, mulai dari penyembuhan luka fisik hingga terapi psikologis untuk pemulihan korban dari trauma. 

Melalui seluruh jejaring Aisyiyah di Bumi Ronggolawe, kader organisasi akan bergerak aktif melakukan deteksi dini dan mendampingi korban dalam tahap pemeriksaan di RS Muhammadiyah.

‘’Kami akan menyediakan rumah singgah yang diperuntukkan bagi korban dan menjadi ruang aman untuk mereka. Bisa di rumah sakit jika korban membutuhkan perawatan, bisa juga pendampingan kami dalam bentuk home care di rumah singgah yang kami kerja samakan dengan Aisyiyah ini,” imbuhnya. 

Melalui kerja sama baru, RS Muhammadiyah Tuban menyiagakan psikiater dan layanan pemulihan trauma bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Melalui kerja sama baru, RS Muhammadiyah Tuban menyiagakan psikiater dan layanan pemulihan trauma bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

 

Direktur RS Muhammadiyah (kanan) melakukan penandatanganan kerja sama bersama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban (kiri). (M. ROBIT BILHAQ/RADAR TUBAN)
Direktur RS Muhammadiyah (kanan) melakukan penandatanganan kerja sama bersama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban (kiri). (M. ROBIT BILHAQ/RADAR TUBAN)

Program kepedulian ini mulai berlaku sejak ditandatanganinya memorandum of understanding (MoU). Pendampingannya dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum dari semua kelompok usia, tanpa batasan status keanggotaan dalam organisasi. 

Sementara itu, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tuban Indah Ummu Chilmi optimistis dengan sinergitas program kepedulian ini. 

Program kerja sama ini diharapkan dapat saling membantu untuk ibu maupun anak yang menjadi korban kekerasan maupun bullying agar nantinya bisa dilakukan tindakan sesegera mungkin. 

‘’Latar belakang inisiasi ini murni untuk memberikan perlindungan pada korban. Agar nantinya bisa langsung dilakukan pemeriksaan sesegera mungkin, baik secara fisik maupun psikis,” tuturnya. 

Baca Juga: Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Tahun 2026, Versi Muhammadiyah Berbeda Sehari dengan Pemerintah

Indah menyebut bahwa kasus perundungan maupun kekerasan terhadap perempuan masih marak ditemui, sehingga perempuan maupun anak yang menjadi korban sangat memerlukan pendampingan untuk terlepas dari rasa trauma yang dialami. 

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PDA Tuban Umi Rosida berpesan agar masyarakat khususnya perempuan tidak perlu lagi takut untuk melaporkan dan melakukan pemeriksaan setelah mengalami tindak kekerasan.

‘’Pesan saya untuk masyarakat, kekerasan yang dialami dasarnya bukanlah sebuah aib. Jadi, jangan ragu untuk melapor kepada orang terdekat, teman sebaya, atau langsung pada Aisyiyah. Kami membuka layanan konseling demi penanganan yang tuntas untuk korban,” pungkasnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#RS Muhammadiyah Tuban #Aisyiyah #dokter