RADARTUBAN – Operasi pencarian terhadap M Solikhin Aufal, 44, nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, memasuki fase paling menentukan.
Hingga hari keenam pencarian, Selasa (16/6), keberadaan anak buah kapal (ABK) KM Gunung Baru yang dilaporkan hilang saat melaut sejak Rabu (10/6) itu masih belum diketahui.
Puluhan personel SAR gabungan terus menyisir perairan utara Tuban. Berbagai armada dikerahkan untuk melakukan pencarian berulang di sekitar perairan TPU Bulu, Kecamatan Bancar. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Sebelumnya, kapal besar milik Basarnas juga diterjunkan untuk memperluas area pencarian.
Baca Juga: Kronologi Nelayan Bancar Tuban Hilang di Laut, Gelombang Tinggi Diduga Jadi Penyebab
Penyisiran difokuskan pada radius sekitar 13 mil laut dari garis pantai di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Meski kondisi cuaca dan gelombang relatif mendukung, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan Solikhin.
Hari ketujuh pencarian yang berlangsung Rabu (17/6) hari ini menjadi batas akhir operasi sesuai prosedur standar pencarian dan pertolongan (SAR). Tim gabungan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia sebelum operasi ditutup.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, pencarian terus dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan.
"Masih belum membuahkan hasil, sampai pukul 17.00 apabila belum ditemukan akan dilanjutkan hari berikutnya. Besok (hari ini, Red) akan kami maksimalkan pencarian, sebab telah masuk hari terakhir," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Sudarmaji, kondisi perairan selama beberapa hari terakhir sebenarnya cukup bersahabat. Namun, situasi tersebut belum mampu membantu tim menemukan korban.
"Kami tetap akan memaksimalkan waktu yang tersisa, semoga korban bisa segera ditemukan sebelum batas akhir pencarian," katanya.
Solikhin diketahui hilang saat melaut bersama 27 ABK lainnya menggunakan KM Gunung Baru.
Kapal pencari ikan itu berangkat dari TPU Bulu pada Rabu (10/6) menuju wilayah perairan Lamongan dan Gresik.
Keberadaan korban baru disadari hilang menjelang waktu Magrib sekitar pukul 18.00.
Saat para ABK hendak melaksanakan salat berjamaah, sosok Solikhin yang biasanya berdiri di saf paling depan sebagai imam tidak terlihat.
Baca Juga: ABK Kapal Asing MV Ocean Galaxy Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung di Perairan Mamuju
Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, sekitar pukul 14.00 korban masih terlihat memasang jaring bersama ABK lainnya.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri di tengah kondisi gelombang yang saat itu kurang bersahabat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Peristiwa hilangnya Solikhin kemudian dilaporkan kepada BPBD Tuban pada Kamis (11/6) sekitar pukul 10.00. Sejak itu, operasi pencarian melibatkan unsur BPBD, Basarnas, TNI AL, Satpolairud, nelayan, dan sejumlah relawan terus dilakukan. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama