RADARTUBAN –Kenaikan harga pertamax yang berlangsung dalam sepekan terakhir mulai memunculkan dampak lanjutan di Tuban. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kini dipadati antrean kendaraan yang hendak membeli pertalite. Meningkatnya jumlah konsumen BBM bersubsidi itu memicu stok di beberapa SPBU lebih cepat habis dibanding biasanya.
Dalam dua hari terakhir, sejumlah SPBU di Tuban mulai memasang tulisan, “Pertalite Habis”. Bahkan, sebelum tengah hari. Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di SPBU Sleko, Jalan Pahlawan Selasa (17/6) pukul 11.57. Lajur pengisian pertalite tampak kosong. Sementara antrean kendaraan mengular menunggu pasokan kembali tersedia.
Kondisi itu dialami Widianti, warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Semanding. Ibu dua anak itu terpaksa beralih membeli pertamax setelah mengetahui stok pertalite di SPBU yang didatanginya telah habis.
Menurut dia, sejak harga pertamax naik, antrean kendaraan di sejumlah SPBU semakin panjang. Bahkan, tidak jarang dirinya harus menunggu lebih lama hanya untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
“Sudah telanjur kosong, terpaksa harus beli pertamax. Biasanya Rp 18 ribu dibelikan pertalite sudah cukup untuk dua hari, kalau dibelikan pertamax besoknya harus ngisi lagi,” katanya.
Widianti berharap pasokan pertalite dapat ditambah agar tidak cepat habis. Sebab, perpindahan pengguna pertamax ke pertalite membuat permintaan BBM subsidi meningkat. “Seharusnya stoknya bisa ditambah, biar tidak cepat habis. Apalagi sekarang penggunanya meningkat,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Faizin, warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Dia mengaku beberapa kali mendapati stok pertalite di SPBU habis, sehingga memilih membeli BBM di warung eceran, meski harus membayar lebih mahal. “Wegah antre, saya pilih beli di eceran, meski harganya lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan BBM di wilayah Tuban dalam kondisi aman. Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, distribusi BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan normal.
“Kami memastikan pasokan BBM tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina termasuk wilayah Kabupaten Tuban, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik,” ujarnya.
Ahad menegaskan, kenaikan harga pertamax tidak diikuti perubahan harga BBM bersubsidi. Harga pertalite maupun solar masih tetap seperti sebelumnya.(an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni