RADARTUBAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengeluarkan ultimatum kepada PT PLN (Persero) agar segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terulangnya pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin kembali terjadi gangguan pasokan listrik, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia secara konsisten.
“Saya telah sampaikan kepada PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat,” ungkap Bahlil, seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Pemadaman Bergilir di Tuban Masih Berlanjut, Dipicu Pasokan Batu Bara yang Menipis?
Dia menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN untuk membahas langkah cepat yang harus dilakukan dalam penanganan gangguan pasokan listrik tersebut.
Menurut Bahlil, hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa permasalahan yang disampaikan PLN lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional.
“Mitigasinya adalah kami melakukan rapat evaluasi dan kontrol kepada PLN. Masalah yang disampaikan PLN itu lebih kepada persoalan teknis mereka,” ujarnya.
Bahlil menegaskan pemerintah bersikap tegas dalam menangani persoalan ini.
“Pemerintah tegas. Saya sudah kurang tegas apa lagi, sudah kita kasih ultimatum begitu. Tinggal teknis implementasinya di PLN,” imbuhnya.
Ultimatum tersebut disampaikan usai Bahlil melakukan rapat maraton selama empat hari berturut-turut dengan jajaran PLN untuk membahas persoalan pemadaman listrik.
Dalam rapat itu, ia memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Sebelumnya, Bahlil juga membantah isu bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh kurangnya pasokan batu bara. Ia menegaskan gangguan listrik terjadi akibat persoalan teknis pada sejumlah mesin PLN.
Dengan adanya ultimatum ini, PLN diminta segera melakukan perbaikan teknis agar pemadaman tidak kembali terjadi dan pasokan listrik ke masyarakat tetap stabil. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama