Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Atap Kelas SDN Trantang Tuban Ambruk, Tiga Ruang Lain Juga Retak dan Terancam Tak Layak Pakai

Andreyan (An) • Selasa, 23 Juni 2026 | 14:51 WIB
Bangunan ruang kelas 1 UPT SDN Trantang, Kecamatan Kerek pasca ambruk pada Sabtu (20/6) masih, masih menyisakan puing-puing kerusakan, kemarin (22/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Bangunan ruang kelas 1 UPT SDN Trantang, Kecamatan Kerek pasca ambruk pada Sabtu (20/6) masih, masih menyisakan puing-puing kerusakan, kemarin (22/6). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Ambruknya atap ruang kelas 1 UPT SDN Trantang, Kecamatan Kerek, Tuban, tidak sekadar menyisakan puing-puing bangunan.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (20/6) malam itu juga memunculkan kekhawatiran lebih besar terkait keselamatan peserta didik dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Sebab, ruang kelas yang ambruk itu berada dalam satu bangunan dengan tiga ruang lain yang kondisinya juga memprihatinkan. Sejumlah retakan tampak menjalar pada dinding dan lantai bangunan yang baru digunakan kurang dari dua tahun tersebut.

Baca Juga: Baru Renovasi 2024, Atap Ruang Kelas SDN Trantang Tuban Ambruk

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (22/6), menunjukkan ruang kelas 2, ruang kelas 3, serta ruang guru yang berada dalam satu blok dengan ruang kelas 1 mengalami kerusakan serupa.

Kondisi itu membuat ketiga ruang tersebut dinilai berisiko apabila tetap digunakan untuk aktivitas pembelajaran.

Kepala UPT SDN Trantang Nur Hidayah mengatakan, tanda-tanda kerusakan sebenarnya telah muncul tidak lama setelah bangunan itu mulai digunakan pada 2024. Proyek pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 765 juta tersebut baru beroperasi sekitar satu bulan ketika retakan mulai terlihat.

“Kurang lebih satu bulan setelah dioperasikan sudah muncul retakan. Lama-lama retakannya mulai membesar di ruangan lainnya. Sebetulnya sudah sejak lama kami usulkan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Nur Hidayah.

Pendidik yang akrab disapa Nunuk itu menduga kerusakan dipicu pergeseran tanah di kawasan perbukitan tempat sekolah tersebut berdiri. Namun, dia menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada instansi terkait.

“Untuk saat ini kami menyerahkan sepenuhnya upaya penanganannya oleh dinas terkait,” katanya.

Di tengah kondisi itu, kekhawatiran terhadap keselamatan siswa tidak dapat disembunyikan. Menurut Nunuk, keterbatasan sarana membuat sekolah belum memiliki banyak pilihan selain memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Sebetulnya agak waswas, tapi mau bagaimana lagi, hanya ini fasilitas yang ada di sini. Semoga segera ada perbaikan agar pembelajaran di kelas bisa kembali nyaman,” tuturnya.

Sebagai langkah sementara, siswa kelas 1 yang ruang belajarnya terdampak akan dialihkan ke ruangan lain yang tidak terpakai. Saat ini para siswa masih menjalani libur semester sehingga sekolah memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan puing-puing bangunan.

“Nanti akan menempati salah satu ruangan yang tidak terpakai. Sekarang masih proses pembersihan,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Irma Putri Kartika mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen setelah insiden ambruknya atap ruang kelas tersebut. Hasil kajian itu akan menjadi dasar percepatan penanganan.

Baca Juga: Mangkrak Sejak 2021, Nasib Gedung Baru PN Tuban Senilai Rp 13 Miliar Masih Menggantung

“Insya Allah segera tertangani. Rencananya masuk dalam P-APBD 2026. Besarnya anggaran disediakan sesuai hitungan teknis. Namun, kami belum bisa menyebutkan nominalnya karena masih berupa usulan,” kata Irma.

Dia memastikan perbaikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas 1 yang ambruk, namun juga mencakup tiga ruangan lain yang berada dalam satu bangunan sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh. “Perbaikan juga pada ruangan sampingnya yang terdampak, supaya penanganan lebih menyeluruh,” ujarnya.

Kerusakan yang terjadi pada bangunan yang bahkan belum genap dua tahun digunakan itu menjadi pengingat bahwa kualitas sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, melainkan juga menyangkut rasa aman bagi peserta didik dalam menempuh proses belajar. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#SDN Trantang #Tuban #Kerek