Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Puncak Haul Sunan Bonang ke-517 Jadikan Masjid Agung Tuban Jadi Latar Utama

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:03 WIB
Masjid Agung Tuban akan menjadi background panggung dalam puncak Haul Sunan Bonang Tuban, Kamis (25/6). (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
Masjid Agung Tuban akan menjadi background panggung dalam puncak Haul Sunan Bonang Tuban, Kamis (25/6). (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Tampilan puncak peringatan Haul Sunan Bonang Tuban ke-517 tahun ini dipastikan berbeda.

Panitia mengubah orientasi panggung utama di Alun-Alun Tuban demi mendekatkan suasana pengajian dengan jemaah sekaligus menghadirkan latar Masjid Agung Tuban sebagai bagian dari panggung utama.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya panggung ditempatkan di sisi utara alun-alun dan menghadap ke selatan, tahun ini arah panggung diputar menghadap ke timur. Dengan perubahan itu, bangunan Masjid Agung akan menjadi latar utama kegiatan pengajian akbar yang menjadi puncak haul.

Baca Juga: Dua Bulan Puncak Kunjungan, Wisata Makam Sunan Bonang Kini Melandai Jelang Ramadan

Wakil Ketua Panitia Haul Sunan Bonang ke-517 Siswanto mengatakan, perubahan tata letak tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu. Saat itu, posisi panggung dinilai terlalu jauh dari jemaah, sehingga interaksi antara penceramah dan hadirin kurang terbangun.

“Panggung kami buat di depan masjid sekaligus menjadikan masjid sebagai background. Tingginya juga tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1,2 meter,” kata Siswanto.

Dengan ketinggian yang lebih rendah, posisi panggung dan jemaah nyaris sejajar. Kondisi itu diharapkan membuat suasana pengajian lebih akrab karena jarak antara penceramah dan jemaah menjadi lebih dekat.

Menurut anggota DPRD Tuban ini, hasil survei yang dilakukan panitia menunjukkan orientasi panggung ke timur dinilai lebih nyaman bagi jemaah. Selain pandangan lebih terbuka, kedekatan dengan panggung utama juga menjadi pertimbangan.

Panitia juga mengantisipasi kemungkinan membludaknya jemaah yang berpotensi merusak taman di kawasan Alun-alun Tuban. Sejumlah pagar besi akan dipasang sebagai pembatas agar tanaman tidak terinjak ataupun diduduki jemaah.

“Kami juga akan memasang pagar larangan agar jemaah tidak naik ke alun-alun lantai dua,” ujarnya.

Menurut Siswanto, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab panitia dalam menjaga fasilitas publik yang telah dipercayakan untuk digunakan selama pelaksanaan haul. “Kami harus menjaga tanaman di alun-alun, karena kami sudah dipercaya jadi harus menjaganya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban M. Masyhudi mengatakan, pelaksanaan pengajian umum di Alun-alun Tuban telah dikoordinasikan antara panitia dan Pemkab Tuban.

Pembahasan teknis penempatan panggung dan area jemaah juga telah dilakukan bersama. “Izin juga sudah diberikan,” tegas Masyhudi.

Perubahan tata letak panggung itu diharapkan tidak hanya membuat pelaksanaan haul lebih tertib, namun juga menghadirkan suasana yang lebih khidmat dengan kedekatan antara penceramah dan ribuan jemaah yang diperkirakan memadati Alun-Alun Tuban. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #Tuban #Sunan Bonang #masjid agung