RADARTUBAN – Puncak peringatan Haul Sunan Bonang ke-517 kembali menyedot perhatian umat Islam dari berbagai daerah.
Tradisi tahunan yang digelar di kawasan Makam Sunan Bonang Tuban, kemarin (25/6), dipadati peziarah dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara.
Sejak pagi, arus kedatangan jemaah terus mengalir menuju Kota Tuban. Rombongan bus pariwisata, kendaraan pribadi, hingga sepeda motor tampak silih berganti memasuki kawasan wisata religi tersebut.
Sebagian peziarah bahkan menempuh perjalanan lintas pulau untuk mengikuti rangkaian haul salah satu Wali Songo itu.
Baca Juga: Puncak Haul Sunan Bonang ke-517 Jadikan Masjid Agung Tuban Jadi Latar Utama
Wakil Ketua Panitia Haul Sunan Bonang, Siswanto, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat telah terlihat sejak awal rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua pekan terakhir.
Menurut dia, jumlah peziarah pada tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Antusias tahun ini sangat luar biasa. Jika dihitung sejak awal rangkaian kegiatan hingga acara puncak hari ini, jumlah peziarah yang datang mencapai jutaan orang, baik dari luar daerah maupun luar negeri,” ujar Siswanto.
Rangkaian Haul Sunan Bonang ke-517 dimulai sejak dua pekan lalu. Kegiatan diawali dengan pertemuan alim ulama, dilanjutkan khatmil Quran bin nadhor yang dilaksanakan serentak di 50 masjid dan musala di Kabupaten Tuban.
Agenda kemudian berlanjut dengan khitanan massal yang diikuti 60 anak, khatmil Quran bil ghaib, pentas salawat dan hadrah, tahlil akbar, hingga pengajian umum sebagai penutup.
Menurut Siswanto, panitia telah mengantisipasi lonjakan jumlah peziarah sejak jauh hari. Sejumlah kantong parkir disiapkan di sekitar kompleks wisata religi Sunan Bonang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang masuk ke kawasan kota.
Selain itu, panitia juga menerapkan sejumlah langkah pengamanan. Salah satunya dengan tidak menganjurkan rombongan jemaah menggunakan kendaraan bak terbuka saat menuju lokasi haul.
“Sesuai arahan dari pihak kepolisian, pertimbangan kami adalah faktor keselamatan para peziarah,” katanya.
Meski pelaksanaan haul berlangsung aman dan kondusif, panitia tetap menyiapkan sejumlah catatan evaluasi.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haul pada tahun-tahun mendatang. “Pastinya tetap akan ada evaluasi demi meningkatkan kenyamanan para peziarah yang datang ke sini,” ujar Siswanto.
Sementara itu, tahlil akbar yang menjadi salah satu agenda utama haul turut dihadiri Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), sejumlah ulama, dan tokoh agama dari Kabupaten Tuban.
Kehadiran para tokoh tersebut menambah khidmat suasana peringatan haul yang telah menjadi tradisi religius sekaligus budaya masyarakat Tuban selama ratusan tahun.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama