Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Material Konstruksi Masih Tak Menentu, Kontraktor Tuban Main Aman di Tender APBD 2026

Ahmad Atho'illah • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:47 WIB
Meski HPS proyek APBD 2026 telah disesuaikan, kontraktor Tuban tetap berhati-hati akibat ketidakpastian harga material. (RADAR TUBAN)
Meski HPS proyek APBD 2026 telah disesuaikan, kontraktor Tuban tetap berhati-hati akibat ketidakpastian harga material. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Kendati nilai harga perkiraan sendiri (HPS) proyek anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 telah dihitung ulang dan disesuaikan dengan harga terkini.

Namun, para kontraktor diprediksi masih tidak akan berani mengajukan penawaran yang terlalu rendah dari pagu paket proyek yang telah ditetapkan. Pasalnya, harga bahan baku konstruksi akibat konflik di Timur Tengah masih sangat fluktuatif.

AM, salah satu kontraktor lokal Tuban mengatakan, meski konflik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga energi global sudah melandai. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan perang akan berakhir.

Baca Juga: Meta Digugat Terkait Privasi Kacamata Pintar Ray-Ban, Rekaman Pengguna Diduga Ditonton Kontraktor

‘’Karena tidak ada yang tahu kapan perang antara Iran dan Amerika Serikat akan berakhir, sehingga harga-harga bahan baku konstruksi pun masih belum pasti. Bisa turun, tapi juga bisa jadi naik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dan daripada berisiko, lanjut AM, para kontraktor lebih memilih aman—mengajukan penawaran paket proyek secara normal, atau bahkan setinggi mungkin dari pagu yang telah ditetapkan.

‘’Intinya, daripada rugi, lebih baik berhati-hati (dengan mengajukan penawaran yang tidak terlalu rendah, red),’’ ujarnya.

AM menambahkan, meski nilai HPS telah dihitung ulang dan disesuaikan dengan harga terbaru—setelah kenaikan harga-harga bahan konstruksi.

Namun, range HPS yang telah ditetapkan hanya beda tipis dari harga pasar.

‘’Makanya kami tidak berani menawar terlalu rendah, karena range harganya tipis,’’ jelasnya.

Kontraktor muda itu menegaskan bahwa tujuan dari bisnis adalah mencari untung. Begitu pun pekerja konstruksi.

Jika dalam hitungnya tidak mendapatkan untung, maka konyol bagi mereka yang tetap menawar dan mengerjakannya. ‘’Jadi, tahun ini semua (kontraktor, red) berhati-hati,’’ tandasnya. 

Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Plt Kabag Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Tuban Catur Tri Utomo tidak pernah sekalipun menjawab konfirmasi wartawan koran ini. Lelang proyek APBD tahun ini seakan sangat tertutup. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #proyek #timur tengah #kontraktor #material