Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kontraktor Main Aman, Penawaran Lelang Proyek APBD Tuban Hanya Turun Nol Koma Persen

Ahmad Atho'illah • Senin, 29 Juni 2026 | 16:02 WIB
Harga bahan konstruksi yang belum stabil membuat kontraktor di Tuban enggan mengajukan penawaran rendah dalam tender proyek APBD 2026. (ILUSTRASI RADAR TUBAN)
Harga bahan konstruksi yang belum stabil membuat kontraktor di Tuban enggan mengajukan penawaran rendah dalam tender proyek APBD 2026. (ILUSTRASI RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Sikap hati-hati para kontraktor dalam menawar paket proyek anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 mulai terlihat dari penawaran yang diajukan di laman sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) Pemkab Tuban.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Tuban di laman lelang online, dari sekian banyak paket proyek yang telah dilelang dan dimenangkan oleh peserta tender, tidak ada satu pun yang mengajukan penawaran di atas 10 persen. Rata-rata hanya 3-4 persen, bahkan ada yang hanya nol koma sekian persen.

Paket proyek peningkatan jalan antardesa Ngadipuro-Kalisari, misalnya. Proyek dengan pagu Rp 1.391.000.000 itu dimenangkan oleh CV Mekar Jaya dengan penawaran 0,6 persen atau hanya turun sekitar Rp 7.650.000.

Baca Juga: 35 Proyek APBD Tuban 2026 Mulai Dilelang, Setelah Enam Bulan Menunggu

Hasil tidak jauh beda juga terlihat di paket proyek pelebaran jalan ruas Pandanagung-Simo. Proyek dengan harga pekiraan sendiri (HPS) Rp 2.687.600.000 yang dimenangkan oleh CV Sugih Jaya Abadi itu ditawar 0,8 persen atau hanya turun sekitar Rp 21 juta.

Panawaran sangat tipis juga terlihat di paket rekonstruksi jalan ruas ringroad. Dari pagu Rp 774,7 juta ditawar 0,7 persen. Praktis, proyek yang dimenangkan CV Bina Sakti Kreasindo ini hanya turun Rp 5,4 juta dari HPS.

Berbeda dengan paket proyek jalan yang rata-rata hanya ditawar nol koma sekian persen, penawaran paket proyek gedung masih berkisar 4-5 persen. Pembangunan Puskesmas Widang, misanya.

Proyek senilai Rp 4,4 miliar itu dimenangkan oleh CV Jaya Ningrat Abadi dengan penawaran sekitar 4 persen atau hanya turun sekitar Rp 176 juta dari pagu.

Begitu pun dengan paket proyek pembangunan Puskesmas Jenu. Proyek senilai Rp 950 juta ini ditawar sekitar 4 persen oleh CV Baginda Ababiel atau hanya turun sekitar Rp 30 juta dari pagu.

Dalam sejarah perlelangan proyek pemerintah daerah, sepertinya baru kali ini ada proyek konstruksi yang ditawar nol koma sekian persen dan menang. Fenomena ini sekaligus mematahkan “kitab suci” pemenang lelang dengan penawaran rendah yang menjadi kebiasaan selama ini. 

Plt Kabag Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Tuban Catur Tri Utomo membenarkan ihwal penawaran yang tidak umum tersebut. Menurutnya, tingginya pengajuan penawaran lelang ini karena faktor harga bahan baku material yang masih terbilang fluktuatif.

Itu menyusul konflik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda sehingga mengakibatkan harga-harga material mengalami lonjakan. 

‘’Kemungkinan kerena itu (dampak penyesuaian kenaikan harga material, red),’’ katanya sehingga tidak banyak kontraktor yang berani bertarung harga. (tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #proyek #Lelang #apbd