RADARTUBAN - Jika bisa sambat, enam tanduk rusa yang tumbuh di depan Kantor Kecamatan Grabagan ini mungkin sudah menjerit.
Sabtu (27/6), tanaman hias yang menempel pada batang pohon penghijauan itu tampak merana setelah diduga lama tidak disiram air maupun mendapat perawatan.
Daun-daun yang sebelumnya menjuntai hijau dan rimbun kini berubah layu. Sebagian mengering dengan warna kecoklatan.
Sementara bagian lainnya tampak terkulai tanpa daya. Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada pangkal tanaman yang mulai mengering dan kehilangan kesegarannya.
Baca Juga: Bukan Hewan atau Mesin, Tanaman Araceae Ini Mampu Menghasilkan Panas Alami hingga 45 Derajat Celsius
Padahal, tanaman tanduk rusa tersebut sempat menjadi salah satu penghias kawasan depan kantor kecamatan.
Menempel pada batang pohon penghijauan dengan ketinggian kurang lebih 2,5 meter, tanaman jenis paku epifit itu pernah tumbuh subur dengan daun-daun panjang yang menjuntai mendekati permukaan tanah.
Kini, keberadaan tanaman tersebut justru menyisakan pemandangan yang berbeda.
Alih-alih memperkuat kesan hijau di lingkungan perkantoran, tanaman yang membutuhkan kelembapan itu tampak berjuang bertahan di tengah minimnya perawatan. (ds)
Editor : Yudha Satria Aditama