RADARTUBAN – Stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban menipis dalam dua pekan terakhir.
Kondisi ini memaksa UDD PMI Tuban memperketat penyaluran darah, termasuk membatasi permintaan dari rumah sakit luar daerah.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi mengatakan, fluktuasi cuaca menjadi salah satu pemicu dropnya jumlah pendonor karena banyak yang jatuh sakit.
Kondisi ini diperparah dengan momentum libur sekolah yang membuat sejumlah agenda donor darah di instansi pendidikan terpaksa ditunda.
Baca Juga: PMI Asal Aceh dan Bayinya Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia Motif Masalah Utang
Tidak hanya itu. Beberapa perusahaan besar di Tuban juga memundurkan jadwal donor darah yang rutin mereka gelar karena berbagai agenda.
‘’Saat ini per hari rata-rata hanya 20 sampai 25 pendonor yang datang. Angka ini sebenarnya normal untuk harian, tapi hilangnya agenda-agenda donor massal dalam dua minggu terakhir membuat akumulasi stok kami terbilang minim," ujar Sarju kepada Jawa Pos Radar Tuban, Senin (29/6).
Efek domino dari sepinya agenda massal ini sangat terasa pada total ketersediaan darah di ruang penyimpanan.
Biasanya, PMI Tuban mampu mengamankan stok yang melimpah, namun belakangan jumlahnya tidak sampai menyentuh angka 300 kantong.
‘’Per harinya tidak sampai 300 kantong, hanya bertahan di kisaran 200 kantong saja. Stok ada, tapi minim," imbuhnya.
Selain faktor cuaca, liburan, dan mundurnya beberapa jadwal rutin instansi pendidikan dan perusahaan, macetnya sistem digital juga menjadi penyebab sepinya pendonor.
Fitur WhatsApp Blast yang biasanya menjadi senjata ampuh UDD PMI Tuban untuk memanggil pendonor sukarela saat ini justru macet akibat terdeteksi sebagai spam oleh sistem Artificial Intelligence (AI).
‘’Jujur kami sangat terbantu dengan adanya WA Blast, karena sistem itu otomatis mengingatkan jadwal donor sehingga pendonor bisa langsung menyempatkan datang. Tapi sekarang sedang terkendala oleh sistem AI karena mengirim pesan dengan format kata yang serupa ke banyak nomor," jelas Sarju menyayangkan.
Kondisi ini memaksa UDD PMI Tuban menetapkan skala prioritas demi mengamankan kebutuhan lokal.
Baca Juga: PMI Asal Bangkalan Ditemukan Meninggal di Mess Pabrik Taiwan
Imbasnya, ketika ada permintaan pasokan darah dari dua rumah sakit di wilayah Paciran Kabupaten Lamongan, UDD PMI Tuban dengan berat hati belum bisa membantu. Kebijakan serupa juga berlaku untuk rumah sakit domestik di Bumi Ronggolawe.
‘’Jika ada permintaan dari salah satu rumah sakit, kami hanya akan mengirim sebagian. Sebagiannya lagi untuk berjaga-jaga jika ada rumah sakit lain membutuhkan karena di Tuban ada beberapa rumah sakit besar,” tutur lulusan Universitas Dr. Soetomo Surabaya itu.
Berdasarkan data rincian per 29 Januari, total stok darah yang tersisa di markas UDD PMI Tuban hanya berada di angka 220 kantong.
Rinciannya, golongan darah A sebanyak 34 kantong, golongan B sebanyak 101 kantong, golongan O sebanyak 71 kantong, dan golongan AB yang paling kritis karena hanya tersisa 4 kantong.
‘’Skema kami tetap sama, jika ada permintaan darah tetapi stoknya kosong, kami akan melakukan panggilan untuk keluarga terdekat sebagai donor pengganti. Jika tidak ada maka solusinya prajurit TNI/Polri, masyarakat sebagai pendonor sukarela, hingga staf rumah sakit juga bisa menjadi pendonor ketika situasi urgent,” tandasnya. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama