Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Normalisasi Sungai Avour Macanan Dimulai, Warga Berharap Risiko Banjir Berkurang

M. Mahfudz Muntaha • Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:05 WIB
Ekskavator mengeruk endapan lumpur di Sungai Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak yang memicu banjir setiap tahun. (M.MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
Ekskavator mengeruk endapan lumpur di Sungai Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak yang memicu banjir setiap tahun. (M.MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Menjelang musim penghujan, upaya mengurangi risiko banjir mulai dilakukan di sejumlah wilayah Tuban. Salah satunya melalui normalisasi Sungai Avour Macanan, saluran air yang membentang dari Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak hingga wilayah Kecamatan Jenu.

Sungai yang selama ini mengalami pendangkalan kini dikeruk agar kembali mampu menampung debit air saat hujan lebat. Normalisasi telah berlangsung sejak Juni 2026. Pekerjaan difokuskan di wilayah Desa Sambonggede, kemudian berlanjut ke Desa Tuwiri Wetan dan Desa Sumber.

Selain mengeruk endapan sedimen, petugas juga membersihkan eceng gondok yang selama ini menutupi permukaan sungai dan menghambat kelancaran aliran air.

Camat Merakurak M. Mustakim mengatakan, kondisi sungai yang semakin dangkal menjadi salah satu penyebab air mudah meluap ketika intensitas hujan tinggi. Situasi itu pernah terjadi pada musim penghujan tahun lalu hingga menyebabkan genangan di permukiman warga. "Akibatnya kalau musim hujan seperti 2025 lalu, air dari sungai sering naik dan menggenangi rumah warga," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Huntara Bocor dan Bantuan Terhenti, Korban Banjir Lhokseumawe Mengluh

Menurut Mustakim, kekhawatiran terulangnya banjir mendorong pemerintah desa di Sambonggede, Tuwiri Wetan, dan Sumber mengajukan usulan normalisasi kepada Pemprov Jawa Timur pada 2025. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti pada tahun ini.

Sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah kecamatan beberapa kali mengikuti koordinasi dan peninjauan lapangan bersama pihak terkait untuk menentukan teknis pelaksanaan normalisasi. "Setelah beberapa kali koordinasi dan melihat kondisi aliran sungai, selanjutnya dilakukan proses normalisasi," katanya.

Dia menjelaskan, pekerjaan tidak hanya memperdalam dasar sungai, namun juga melebarkan badan sungai agar kapasitas tampung meningkat. Pembersihan eceng gondok juga menjadi bagian dari pekerjaan karena selama ini vegetasi tersebut memperlambat laju aliran air.

Hingga kini proses normalisasi masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada bulan ini. Terkait batas waktu pelaksanaan, besaran anggaran, maupun panjang sungai yang dikerjakan, Mustakim menyatakan tidak memiliki data rinci karena proyek tersebut merupakan kewenangan Pemprov Jawa Timur.

Meski demikian, dia berharap normalisasi tidak berhenti di wilayah Merakurak. Menurut dia, pemerintah desa di Kecamatan Jenu juga perlu mengajukan program serupa mengingat Sungai Avour Macanan merupakan satu aliran yang bermuara ke laut.

Normalisasi yang dilakukan secara menyeluruh dinilai penting agar manfaat pengerukan tidak berkurang akibat adanya titik-titik pendangkalan di bagian hilir. Jika segmen sungai di Kecamatan Jenu tetap dangkal, aliran air dikhawatirkan kembali tertahan dan memicu genangan di wilayah Merakurak.

"Harapannya setelah ini teman-teman pemerintah desa di Jenu mau mengajukan untuk normalisasi karena pengajuannya langsung dari desa, bukan kabupaten," ujar Mustakim.(fud/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Sungai Avour Macanan #normalisasi #Tuban #banjir #Merakurak