Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antrean Solar Masih Panjang di Tuban, Pertamina Sebut Penyaluran Capai 103,3 Persen

Ahmad Atho'illah • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:23 WIB
Kendaraan berbahan bakar solar berjubel di SPBU Sleko hingga menutupi lajur pengisian BBM lain, Minggu (28/6). (AHMAD ATHO’ILLAH/RADAR TUBAN)
Kendaraan berbahan bakar solar berjubel di SPBU Sleko hingga menutupi lajur pengisian BBM lain, Minggu (28/6). (AHMAD ATHO’ILLAH/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Kendati tak lagi mengalami kelangkaan parah seperti beberapa pekan lalu.

Namun, para pemilik kendaraan berbahan bakar solar di Tuban, khususnya sopir truk belum bisa tidur nyenyak. Pasalnya, meskipun stok tersedia, namun antrean panjang masih sering terlihat.

Di SPBU Sleko di Jalan Pahlawan, misalnya. Antrean panjang di lajur pengisian solar masih terlihat dalam beberapa hari terakhir. Tak jarang, pada jam-jam tertentu mengular hingga ke jalan raya.

Minggu (28/6) lalu, saking kroditnya kendaraan berbahan bakar solar yang mengantre di SPBU sehingga menutupi lajur pengisian Pertalite dan Pertamax.

Baca Juga: Diduga Menyelewengkan Solar Subsidi, Dua SPBU di Tuban Ditutup Sementara

‘’Semua pingin antre cepat sehingga menumpuk di dalam (SPBU, red),’’ kata salah satu sopir truk yang turut mengantre dan memakan lajur pengisian bahan bakar jenis Pertalite.

Dikonfirmasi terkait kondisi di lapangan yang masih sering terjadi antrean panjang dilajur pengisian BBM solar, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahadi menyatakan bahwa Pertamina terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Termasuk menjaga ketersediaan stok BBM di SPBU, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

Dia mengklaim bahwa dalam sepekan terakhir ini Pertamina mengoptimalkan penyaluran BBM dengan volume di atas rata-rata konsumsi normal harian. Itu dilakukan sebagai upaya menjaga keandalan pasokan di wilayah Jawa Timur.

‘’Hingga saat ini penyaluran Biosolar telah mencapai 103,3 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan,’’ katanya.

Lebih lanjut, Ahad menyampaikan, Pertamina bersama pengelola SPBU juga melakukan pengaturan jalur masuk kendaraan agar antrean tetap tertib dan tidak mengganggu akses jalan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi SPBU.

Dia juga mengklaim bahwa Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. 

Termasuk penyaluran juga tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal. ‘’Operasional Fuel Terminal dan Integrated Terminal berlangsung selama 24 jam, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ujarnya.

Tapi kenapa masih terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya lajur pengisian BBM solar? Ahad mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

‘’Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan BBM terus disalurkan secara berkesinambungan dan dalam kondisi aman,’’ tandasnya. Namun, fakta di lapangan selalu berbeda. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bbm #Tuban #SPBU #pertalite