Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Diminta Kementerian Pertanian Perluas Lahan Tebu, Pemkab Tuban Janji Gak Bakal Korbankan Padi dan Jagung

M. Mahfudz Muntaha • Minggu, 5 Juli 2026 | 17:05 WIB
Diserap pabrik gula Lamongan hingga Nganjuk, DKP2P Tuban jamin pemasaran hasil panen petani tebu tetap aman meski lahan diperluas. (Ilustrasi Radar Tuban/AI)
Diserap pabrik gula Lamongan hingga Nganjuk, DKP2P Tuban jamin pemasaran hasil panen petani tebu tetap aman meski lahan diperluas. (Ilustrasi Radar Tuban/AI)

RADARTUBAN - Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi komoditas strategis pada 2026. Tidak hanya jagung, Kabupaten Tuban juga diminta memperluas area tanam tebu untuk memperkuat pasokan bahan baku industri gula nasional.

Luas tanam tebu yang pada 2025 mencapai sekitar 1.000 hektare ditargetkan bertambah tahun ini. Namun, perluasan tersebut tidak boleh mengorbankan lahan yang selama ini ditanami padi maupun jagung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Eko Julianto mengatakan, arahan tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Pemkab kini mulai mengajak petani memperluas budidaya tebu di sejumlah wilayah potensial.

Baca Juga: Perjuangan 20 Tahun Rosidah Bangun UMKM Gula Merah, Kini Produksi Melonjak Berkat KUR BRI

"Selama ini masih banyak petani yang belum tertarik menanam tebu karena masa tanamnya lebih lama," kata Eko.

Menurut dia, sebagian besar petani menilai tebu kurang menarik dibandingkan padi atau jagung. Pasalnya, tebu baru bisa dipanen setelah sekitar satu tahun. Sedangkan padi dan jagung dapat dipanen dua hingga tiga kali dalam periode yang sama.

Meski demikian, pemerintah memastikan ekspansi lahan tebu tidak akan mengurangi luas tanam pangan. Produksi padi dan jagung justru tetap menjadi prioritas untuk memenuhi target surplus nasional.

Karena itu, perluasan area tebu diarahkan memanfaatkan lahan di kawasan hutan maupun lahan lain yang belum produktif. "Kami dorong lahan hutan bisa dimanfaatkan untuk tanam tebu," ujarnya.

Selama ini sentra tebu Tuban terkonsentrasi di wilayah selatan, terutama Kecamatan Singgahan, Jatirogo, dan Kenduruan. Ke depan, pemerintah berupaya memperluas budidaya ke kecamatan lain.

Upaya tersebut sempat dicoba di Kecamatan Merakurak. Namun, rencana itu batal karena kondisi tanah dinilai kurang sesuai untuk pertumbuhan tebu. "Tidak bisa karena kondisi tanahnya minim, lebih banyak batu," ujar Eko.

Dari sisi pemasaran, Eko memastikan petani tidak perlu mengkhawatirkan serapan hasil panen. Selama ini tebu asal Tuban telah terserap oleh sejumlah pabrik gula di luar daerah, antara lain di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Nganjuk.

Dengan kapasitas industri yang masih membutuhkan pasokan bahan baku, perluasan area tanam dinilai tidak akan menimbulkan persoalan pemasaran. "Tentu saat lahannya diperluas, serapannya juga masih aman," katanya.

Mantan Camat Senori ini menambahkan, pemerintah daerah kini mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mencapai target tersebut. Luas tanam tebu yang saat ini sekitar 1.000 hektare diharapkan dapat meningkat secara bertahap tanpa mengganggu produksi komoditas pangan utama. (fud/ds)  

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #padi #tebu #gula #jagung