Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pembangunan Gedung Gagal Capai Target, Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat Tuban Ditunda Akhir Juli

Ahmad Atho'illah • Selasa, 14 Juli 2026 | 15:21 WIB
Akibat proyek gedung di Jalan Letda Sucipto yang tak kunjung selesai, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tuban resmi ditunda.
Akibat proyek gedung di Jalan Letda Sucipto yang tak kunjung selesai, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tuban resmi ditunda.

RADARTUBAN – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban gagal mencapai target yang ditetapkan. Hingga hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 kemarin (13/7), proyek senilai kurang lebih Rp 215 miliar itu tak kunjung rampung.

Imbasnya, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang semestinya dimulai serempak kemarin, molor dari jadwal. Kepastian mundurnya pelaksanaan awal tahun ajaran baru itu dibenarkan oleh Kepala SR Terintegrasi 19 Tuban Vera Khairun Nissa.

Berdasar hasil rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, tahun ajaran baru yang semula dijadwalkan 13 Juli diundur akhir Juli.

Itu menyusul pembangunan gedung SR permanen di Jalan Letda Sucipto yang tak kunjung rampung. ‘’Jadwalnya diundur 30 Juli 2026,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Jenjang SD Dinilai Kurang Kajian, Praktisi: Harusnya Jangan Asal Bangun

Disingung terkait hasil penjangkauan calon siswa SR jenjang SD yang tidak mencapai keterisian kuota, Vera memastikan bahwa tahun ajaran baru SR jenjang SD tetap dilaksanakan sesuai jumlah siswa yang diterima.

Sebagaimana diketahui, dari target tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 30 siswa, yang berhasil dijangkau hanya 16 anak. Artinya, untuk memenuhi keterisian satu rombel saja tidak tercapai.

‘’(Untuk tahun pertama ini, red) setidaknya satu rombel jalan dulu,’’ tandas pendidik asal Kabupaten Rembang itu.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Tuban Sugeng Purnomo selaku tim koordinasi kabupaten mengatakan, berdasar laporan yang diterima, progres pembangunan gedung SR permanen di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban itu mencapai kurang lebih 90 persen. Artinya, tidak lama lagi akan segera rampung.

Hanya saja, kapan pembangunan gedung sekolah asrama untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem itu akan rampung, Sugeng tidak bisa memastikan. Sebab, kewenangannya hanya sebatas koordinasi.

Diberitakan sebelumnya, pada pertengahan Mei lalu, dengan kepercayaan diri tinggi, Koordinator Pembangunan Wilayah Tuban Agus Saputra menyatakan bahwa pembangunan SR Terintegrasi 8 Tuban akan tuntas sesuai target, yakni 20 Juni 2026. Bahkan, dengan optimisme tinggi dia mengatakan, target tersebut cukup realistis.

‘’Kami optimistis target penyelesaian realistis. Kami menambah tenaga kerja hingga pendatangan material yang lebih cepat, serta memberlakukan sistem 3 shift agar seluruh pekerjaan tuntas tepat waktu sesuai kontrak,’’ ujarnya dalam rilis 14 Mei 2026.

Optimisme tinggi itu didasarkan pada progres pengerjaan utama yang diklaim telah rampung, seperti struktur fondasi, pagar kawasan, dan penanaman rumput lapangan sepak bola.

Karena itu, sisa pembangunan sekitar 49 persen atau dari progres 51 persen yang sudah berjalan bakal tuntas lebih cepat dan sesuai target.

Namun, setelah satu bulan berjalan dan melewati target yang ditetapkan, optimisme yang semula diucapkan dengan penuh kepercayaan diri tinggi tersebut tiba-tiba berubah menjadi kegagalan. Hingga saat ini, mega proyek program prioritas pemerintah pusat itu tak kunjung rampung.(tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Sekolah Rakyat mpls