RADARTUBAN - Niat merebus air sebelum pergi ke ladang berujung petaka bagi keluarga Darmu. Tungku kayu yang ditinggalkan warga Desa Kayen, Kecamatan Bancar dalam kondisi masih menyala itu memicu kebakaran kemarin (15/7) pagi.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 itu menghanguskan ruang dapur, kandang, serta bagian belakang rumah korban. Dua kambing milik Darmu juga mati terbakar.
Peristiwa bermula ketika istri Darmu, Wasriatun, pergi ke ladang setelah merebus air. Dia diduga tidak memastikan api pada tungku benar-benar padam.
Bara api kemudian menyambar tumpukan jerami di sekitar tungku. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan semipermanen yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar.
Baca Juga: Damkar Tuban Ungkap Tak Lagi Terpusat di Kawasan Rawan, Ini Penyebabnya
Tetangga korban, Sarinten, melihat asap tebal mengepul dari rumah Darmu. Dia kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas Pos Pemadam Kebakaran Bancar. Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar delapan menit setelah menerima laporan.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban Sutaji mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 08.42 dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.50.
Saat petugas tiba, api telah membesar dan asap membumbung tinggi. “Api pokok padam sekitar 30 menit kemudian, dan dilanjutkan dengan pembasahan,” ungkap Sutaji kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Sutaji, luas bangunan yang terbakar sekitar 8 meter × 7 meter. Bangunan tersebut meliputi ruang dapur, kandang, dan bagian belakang rumah.
Kebakaran juga menyebabkan dua kambing milik korban mati. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Sebagian besar bangunan di sisi belakang rumah hangus terbakar. Meski demikian, petugas masih dapat menyelamatkan sejumlah aset korban, termasuk dua sapi dan bagian depan rumah yang tidak terdampak api.
Sutaji mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menyalakan api, terutama ketika memasak dan hendak meninggalkan rumah.
“Musim kemarau ini juga membuat material seperti jerami dan kayu mudah terbakar, masyarakat dimbau berhati-hati,” tandasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban