Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sebelum Dijemput Pak Purnomo dan Viral di Medsos, Camat Tambakboyo Tegaskan Sudah Tangani ODGJ Korban Pasung

Andreyan (An) • Jumat, 17 Juli 2026 | 13:04 WIB
Forkopimcam Kecamatan Tambakboyo ketika melakukan penanganan ODGJ asal Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo sebelum dijemput Pak Purnomo. (CAMAT TAMBAKBOYO UNTUK RADAR TUBAN)
Forkopimcam Kecamatan Tambakboyo ketika melakukan penanganan ODGJ asal Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo sebelum dijemput Pak Purnomo. (CAMAT TAMBAKBOYO UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Kasus seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa dan dipasung keluarganya di Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo mendapat perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Pemerintah Kecamatan Tambakboyo menyatakan telah melakukan penanganan sebelum video tersebut viral.

Perempuan berinisial SS itu sebelumnya terlihat dalam video yang beredar di media sosial dalam kondisi terbaring di lantai dengan rantai yang melilit kakinya. Video tersebut memicu empati masyarakat sekaligus sorotan terhadap penanganan pemerintah terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

SS diketahui mengalami gangguan kesehatan jiwa setelah suaminya meninggal dunia pada Juni lalu. Dia juga masih harus mengasuh dua anak yang masing-masing berusia 8 dan 9 tahun.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Tuban, Tinjau Industri hingga Cek Harga Ikan di Tambakboyo

Setelah kisahnya mendapat perhatian publik, SS dijemput oleh Pak Purnomo, anggota Polres Lamongan, pada Senin (13/7). Saat ini, SS menjalani perawatan di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Camat Tambakboyo Ari Wibowo Waspodo mengatakan, pemerintah kecamatan bersama pemangku kepentingan terkait telah melakukan penanganan sebelum video SS beredar luas. Pemerintah juga telah mengupayakan rujukan SS ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.

”Jauh sebelum video itu viral kami sudah melakukan penanganan secara langsung, di antaranya juga mengurus BPJS milik yang bersangkutan agar mendapatkan penanganan yang layak,” ungkap Ari kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (16/7).

Menurut Ari, keluarga SS sempat menyetujui rujukan ke rumah sakit jiwa. Namun, keputusan tersebut berubah setelah Pak Purnomo datang dan menawarkan untuk menjemput serta merawat SS di yayasan.

”Itu hak keluarga, yang jelas kami sudah mengupayakan pelayanan yang terbaik untuk yang bersangkutan,” jelasnya.

Ari menyayangkan munculnya penilaian negatif terhadap pemerintah yang menurutnya didasarkan pada informasi yang tidak utuh. Dia meminta masyarakat melakukan verifikasi sebelum menyimpulkan penanganan kasus tersebut.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang dihimpun pemerintah kecamatan, gangguan jiwa SS muncul setelah suaminya meninggal dunia pada Juni lalu karena sakit.

Keluarga kemudian khawatir kondisi SS dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. ”Keluarga khawatir dengan kondisi kesehatan jiwa tersebut dapat melukai diri sendiri atau bahkan orang lain,” tuturnya.

Terkait kemungkinan faktor ekonomi, Ari mengatakan hal tersebut bukan kewenangan pemerintah kecamatan untuk menyimpulkan. Namun, berdasarkan data yang dihimpun, SS tercatat berada dalam desil 8.

”Kalau berbicara faktor ini bukan wewenang kami, namun kalau dari segi latar belakang ekonomi korban berdasarkan data yang kami himpun diketahui yang bersangkutan tergolong dalam desil delapan,” bebernya.

Baca Juga: Aurel, Pelajar SMKN Tambakboyo Jadi Remaja Pelestari Tari Tradisional

Sementara itu, salah seorang tetangga SS yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kondisi kehidupan SS berubah setelah suaminya meninggal. Menurut dia, suami SS sebelumnya merupakan tulang punggung utama keluarga.

Sebelum mengalami gangguan jiwa, SS disebut hidup berkecukupan dan dikenal sebagai salah satu warga yang terpandang di lingkungannya. Setelah suaminya meninggal, warga mulai melihat perubahan perilaku SS. ”Semoga bisa mendapatkan penanganan yang terbaik,” tandasnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Pak Purnomo Tuban camat odgj tambakboyo