RADARTUBAN-Kemelut berkepanjangan di internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban akhirnya menemui titik terang. Sejumlah kubu yang sebelumnya berseteru sepakat berdamai dan kembali bergandengan tangan membangun kebersamaan di kelenteng tersebut.
Kesepakatan damai itu dicapai dalam pertemuan yang digelar di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (16/7) malam. Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, Sekjen PTITD Agung, Gunawan Putra Wirawan, Tio Eng Bo, dan Tan Ay Kok. Pertemuan juga dihadiri sekitar 60 umat.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menciptakan kedamaian dan kesejukan. Tidak hanya di Tuban, namun juga untuk kehidupan beragama di secara nasional.
Baca Juga: Terganjal Izin, Reuni Kimsin di Klenteng Kwan Sing Bio Tetap Ramai Diserbu Pengunjung
Para tokoh yang sebelumnya berada di kubu berbeda sepakat bersatu sebagai keluarga besar Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Mereka berkomitmen bergandengan tangan membangun Kabupaten Tuban dengan semangat ketenangan, kemajuan, serta meningkatkan dan membangun toleransi beragama.
Dengan berdamainya seluruh tokoh kelenteng, kesakralan TITD Kwan Sing Bio diharapkan kembali terjaga. Kelenteng tersebut dikenal sebagai salah satu tempat ibadah Tri Dharma terbesar di Asia Tenggara.
Kekompakan itu akan ditunjukkan dalam peringatan HUT Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1.866. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus mendatang.
Dalam kesepakatan tersebut, kepanitiaan peringatan dipercayakan kepada pengelola kelenteng. Dengan begitu, tidak ada lagi dualisme kepanitiaan.
Peringatan hari kelahiran dewa utama yang disembah umat di kelenteng tersebut diharapkan berlangsung sejuk dan damai. Kehadiran Alim Sugiantoro dan Go Tjong Ping dalam forum tersebut turut mencairkan suasana.
Momen kebersamaan itu semakin terlihat saat keduanya berfoto bersama. Alim dan Tjong Ping melakukan salam komando khas militer. Simbol kebersamaan, kekompakan, dan persatuan.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Alim berpesan kepada seluruh umat agar menjaga dan memelihara Kelenteng Kwan Sing Bio sebaik-baiknya.
Dia mengatakan, sejak dahulu umat Tri Dharma dari luar daerah, bahkan luar negeri, mengagumi kesakralan dan keunikan Kelenteng Kwan Sing Bio.
‘’Itu karena kepercayaan mereka kepada kelenteng,’’ ujarnya.
Alim juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan melalui Kongco Kwan Sing Tee Koen yang telah mempersatukan dan mendamaikan seluruh tokoh kelenteng.
Dengan bersatunya seluruh elemen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Alim berharap umat Tri Dharma di Indonesia tidak lagi ragu menghadiri peringatan HUT Kongco Kwan Sing Tee Koen. ‘’Jika tidak ada halangan dan direstui Kongco, serta izin dari kepolisian, kita akan melaksanakan kirab untuk memeriahkan peringatan,’’ ujarnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni