Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Tengah Perdamaian Kubu yang Bertikai di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Soedomo Sampaikan Komentar Mengejutkan: Kita Tunggu Keputusan Kejaksaan

Dwi Setiyawan • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:50 WIB

Alim Sugiantoro (kanan) berdampingan dengan pengelola dan tokoh kelenteng dalam pertemuan yang membahas perdamaian di TITD Kwan Sing Bio Tuban pada Kamis (16/7) malam.
Alim Sugiantoro (kanan) berdampingan dengan pengelola dan tokoh kelenteng dalam pertemuan yang membahas perdamaian di TITD Kwan Sing Bio Tuban pada Kamis (16/7) malam.

RADARTUBAN—Konflik berkepanjangan di internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban mulai memasuki babak baru. 

Sejumlah tokoh dari kubu yang sebelumnya berseberangan sepakat berdamai dan mendorong persatuan umat.

Tak hanya Alim Sugiantoro yang menggelorakan semangat rekonsiliasi.

Baca Juga: Kubu di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Terdekat Bersama Menyelenggarakan HUT 

Go Tjong Ping, tokoh dari kubu lain, juga menyatakan dukungannya terhadap perdamaian tersebut.

Menurut dia, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 sekarang ini harus menjadi momentum menyatukan seluruh tokoh dan umat kelenteng yang selama ini terlibat perselisihan.

Tjong Ping bahkan menegaskan, perdamaian antarpihak yang bertikai harus berlangsung seterusnya.

Baca Juga: Semua Berharap Masalah Kelenteng Cepat Selesai, Komisi II DPRD Berencana Ajak Pengurus Lama untuk Ikut Memediasi

Dengan tercapainya rekonsiliasi, dia menilai tidak ada lagi alasan bagi pihak ketiga untuk tetap menguasai pengelolaan kelenteng. 

Pihak ketiga yang dimaksud adalah pengelola dari Surabaya.

“Dulu, pihak ketiga beralasan bertahan mengelola karena tokoh-tokoh kelenteng yang bertikai belum berdamai. Setelah damai, sekarang ini tidak ada alasan lain,” tegas mantan anggota DPRD Jatim tersebut menyinggung salah satu klausul kesepakatan tertulis antara pengelola dengan tokoh kelenteng.

Sebelumnya, Alim Sugiantoro juga mengajak seluruh umat untuk menjaga dan merawat Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai rumah ibadah bersama.

Menurut dia, umat Tri Dharma dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, datang ke kelenteng tersebut karena meyakini kesakralan dan kekhasan Kwan Sing Bio.

Gunawan Putra Wirawan, tokoh kelenteng lainnya mengatakan, dirinya menjadi pihak yang pertama menyampaikan pesan pengantar bertajuk, Indahnya Kebersamaan dalam pertemuan di kelenteng pada Kamis (16/7) malam.

Pesan tersebut kemudian menjadi motto peringatan ulang tahun Kongco.

Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan pengelolaan kelenteng dilakukan kembali secara mandiri oleh umat anggota setelah seluruh kubu yang bertikai berdamai, Gunawan memilih tidak berkomentar.

Pengelola TITD Kwan Sing Bio Tuban, Tio Engo Bo juga menyatakan sepakat dengan perdamaian tersebut.

Termasuk rencana Tjong Ping untuk bergabung dalam kepanitiaan perayaan ulang tahun Kongco.

Sebelum perdamaian tercapai, Tjong Ping bersama sejumlah umat dan tokoh lainnya membentuk kepanitiaan sendiri untuk menggelar sejumlah perayaan di kelenteng.

“Untuk kepengurusan kelenteng setelah perdamaian ini, saya tidak tahu,” tegas Eng Bo ketika ditanya mengenai pengelolaan kelenteng ke depan.

Di tengah kesepakatan damai tersebut, Soedomo Mergonoto, salah satu pengelola kelenteng, menyampaikan pernyataan mengejutkan.

“Kita tunggu keputusan Kejaksaan saja, Pak,” tulisnya saat mengomentari berita tentang perdamaian yang dikirim wartawan media ini.

CEO PT Kapal Api Global itu mengatakan, Tjong Ping sebelumnya telah menyampaikan pengaduan terkait konflik kelenteng kepada Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, dan sejumlah menteri.

“Sekarang jaksa turun ke Tuban diperiksa semua. Kita tunggu keputusan pemerintah saja,” tambahnya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Soedomo mengaku mendapat informasi bahwa Kejaksaan Negeri Tuban akan mengumumkan keputusan dan kemungkinan mengundang media.

Namun, dia mengaku belum mengetahui keputusan yang akan disampaikan kejaksaan.

Soedomo juga menyebut adanya rapat tertutup sejumlah pihak bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tuban, Kapolres Tuban, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kabupaten Tuban pada pekan lalu.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya keputusan pemerintah yang kemungkinan akan memengaruhi pengelolaan kelenteng setelah sejumlah tokoh yang sebelumnya berseberangan sepakat berdamai.

Sebelumnya, konflik internal di TITD Kwan Sing Bio Tuban yang berlangsung cukup lama akhirnya menemukan titik temu.

Sejumlah tokoh dari kubu berbeda sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali bersatu menjelang peringatan HUT Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 pada awal Agustus mendatang.

Kesepakatan damai itu dicapai dalam pertemuan di kompleks Kelenteng Kwan Sing Bio, Kamis (16/7) malam.

Pertemuan tersebut dihadiri Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, Sekretaris Jenderal PTITD Agung, Gunawan Putra Wirawan, Tio Eng Bo, Tan Ay Kok, serta sekitar 60 umat Tri Dharma.(*)

 

 

Olah berita ini dengan gaya penulisan berita online jawa pos

Semangat perdamaian tidak hanya digelorakan Alim Sugiantoro, salah satu kubu di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban yang terlibat perseteruan.

Go Tjong Ping, kubu lain yang terlibat konflik juga menyatakan mendukung rekonsiliasi. Dia mengatakan, Hari Ulang Tahun (HUT) Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 sekarang ini harus menjadi momen yang baik untuk menyatukan semua tokoh dan umat kelenteng yang berseberangan.

Dengan berdamainya semua pihak yang sebelumnya bertikai, kata dia, tidak ada alasan bagi pihak ketiga untuk tetap menguasai kelenteng. Pihak ketiga dimaksud adalah pengelola dari Surabaya.

‘’Dulu, pihak ketiga beralasan bertahan mengelola karena tokoh-tokoh kelenteng yang bertikai belum berdamai. Setelah damai, sekarang ini tidak ada alasan lain,’’ tegas mantan anggota DPRD Jatim itu yang memastikan perdamaian tersebut berlangsung seterusnya.

Sebelumnya, Alim Sugiantoro menyatakan mengajak seluruh umat menjaga dan merawat Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai rumah ibadah bersama. Menurut dia, selama ini umat Tri Dharma dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, datang karena meyakini kesakralan dan kekhasan Kelenteng Kwan Sing Bio.

Dikonfirmasi terpisah, Gunawan Putra Wirawan, tokoh kelenteng lainnya mengatakan, dirinya yang pertama memberikan pesan pengantar: Indahnya Kebersamaan dalam pertemuan di kelenteng pada Kamis (16/7) malam. Pesan itulah, kata dia, yang kemudian menjadi motto peringatan ulang tahun Kongco.

Apakah setelah seluruh kubu yang bertikai memutuskan berdamai, kelenteng akan dikelola sendiri oleh umat dan anggotanya? Gunawan tidak memberikan komentar.

Tio Engo Bo, pengelola TITD Kwan Sing Bio Tuban juga sepakat dengan perdamaian tersebut. Termasuk kesiapan Tjong Ping untuk bergabung dalam kepanitiaan ulang tahun. Sebelum perdamaian disepakati, Tjong Ping bersama sejumlah tokoh dan umat membentuk kepanitiaan sendiri dalam penyelenggaraan perayaan di kelenteng. ‘’Untuk kepengurusan setelah perdamaian ini, saya tidak tahu,’’ ujarnya ketika ditanya terkait kepengurusan kelenteng ke depan.

Hanya Soedomo Mergonoto, salah satu pengelola kelenteng yang  memberikan statemen berbeda di tengah perdamaian tersebut.

‘’Kita tunggu keputusan Kejaksaan saja, Pak,’’ tulisnya mengomentari berita perdamaian yang dikirim wartawan koran ini.

CEO PT Kapal Api Global itu melanjutkan, Tjong Ping menulis pengaduan (terkait konflik kelenteng) ke presiden, Jaksa Agung, Kapolri, dan menteri-menteri. ‘’Sekarang jaksa turun ke Tuban diperiksa semua. Kita tunggu keputusan pemerintah saja,’’ tambah dia.

Dalam pernyataan tertulisnya, Soedomo menyampaikan kalau dirinya diberitahu bahwa Kejaksaan Negeri Tuban akan mengumumkan keputusan dan mungkin mengundang media.

Ditanya keputusan yang bakal disampaikan kejaksaan, Soedomo mengaku belum tahu. Di akhir stemennya, dia mengungkapkan rapat tertutup beberapa pihak dengan Kajari Tuban, kapolres, Kementerian Agama, dan pemkab pada minggu lalu. Pernyataan taipan sukses ini mengisyaratkan bakal terjadi keputusan besar dari pemerintah setelah sejumlah kubu di kelenteng akur.

Seperti diberitakan sebelumnya, konflik berkepanjangan yang mewarnai internal TITD Kwan Sing Bio Tuban akhirnya mencapai titik temu. Sejumlah tokoh yang selama ini berada di kubu berbeda sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali bersatu menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 pada awal Agustus mendatang.

Kesepakatan damai itu lahir dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Kelenteng Kwan Sing Bio, Kamis (16/7) malam. Pertemuan dihadiri Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, Sekjen PTITD Agung, Gunawan Putra Wirawan, Tio Eng Bo, Tan Ay Kok, serta sekitar 60 umat Tri Dharma.(*)

Editor : Dwi Setiyawan
Sumber : Radar Tuban
TITD Kelenteng Kwan Sing Bio Alim Sugiantoro tjong ping soedomo mergonoto kelenteng