RADARTUBAN-Konflik berkepanjangan yang mewarnai internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban akhirnya mencapai titik temu. Sejumlah tokoh yang selama ini berada di kubu berbeda sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali bersatu menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 pada awal Agustus mendatang.
Kesepakatan damai itu lahir dalam pertemuan yang berlangsung di kompleks Kelenteng Kwan Sing Bio, Kamis (16/7) malam. Pertemuan dihadiri Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, Sekjen PTITD Agung, Gunawan Putra Wirawan, Tio Eng Bo, Tan Ay Kok, serta sekitar 60 umat Tri Dharma.
Pertemuan tersebut menandai berakhirnya ketegangan yang selama ini membayangi pengelolaan salah satu kelenteng Tri Dharma terbesar di Asia Tenggara. Seluruh pihak menyatakan komitmen meninggalkan perbedaan dan kembali membangun kebersamaan sebagai keluarga besar Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban.
Kesepakatan itu tidak hanya dimaknai sebagai penyelesaian konflik internal. Para tokoh juga berharap perdamaian tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat kerukunan umat, baik di Tuban maupun dalam kehidupan beragama di tingkat nasional.
Mereka berkomitmen bergandengan tangan membangun Kabupaten Tuban melalui semangat persatuan, ketenangan, dan toleransi.
Dengan berakhirnya perselisihan, kesakralan Kelenteng Kwan Sing Bio yang selama puluhan tahun menjadi tujuan ibadah umat Tri Dharma dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diharapkan tetap terjaga.
Momentum rekonsiliasi itu langsung diikuti dengan kesepakatan penting terkait penyelenggaraan HUT Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.
Seluruh pihak menyepakati kepanitiaan peringatan dipercayakan kepada pengelola kelenteng. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri dualisme kepanitiaan yang sebelumnya sempat muncul menjelang rangkaian perayaan.
Dengan satu kepanitiaan, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung lebih tertib, khidmat, dan menjadi simbol pulihnya persaudaraan di lingkungan Kelenteng Kwan Sing Bio.
Suasana rekonsiliasi tampak ketika Alim Sugiantoro dan Go Tjong Ping berdiri berdampingan dalam forum. Keduanya kemudian mengabadikan momen dengan berfoto bersama sambil melakukan salam komando. Gestur sederhana itu disambut hangat umat yang hadir dan menjadi penanda mencairnya hubungan kedua tokoh.
Dihubungi seusai pertemuan, Alim mengajak seluruh umat menjaga dan merawat Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai rumah ibadah bersama.
Menurut dia, selama ini umat Tri Dharma dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, datang karena meyakini kesakralan dan kekhasan Kelenteng Kwan Sing Bio. "Itu karena kepercayaan mereka kepada kelenteng," ujarnya.
Alim juga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan melalui Kongco Kwan Sing Tee Koen karena seluruh tokoh akhirnya dapat dipersatukan.
Dia berharap suasana baru tersebut menjadi keyakinan bagi umat Tri Dharma di seluruh Indonesia untuk kembali menghadiri peringatan HUT Kongco Kwan Sing Tee Koen di Tuban. "Jika tidak ada halangan dan direstui Kongco, serta izin dari kepolisian, kita akan melaksanakan kirab untuk memeriahkan peringatan," ujarnya.(ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni