Borong Proyek RTH Rp 50 Miliar, Kontraktor Luar Daerah Dominasi Tender APBD Pemkab Tuban

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:03 WIB
Berdasarkan data laman SPSE, sejumlah proyek besar seperti RTH Bangilan dan Palang senilai Rp 50 miliar dimenangkan oleh rekanan asal Surabaya. (AHMAD ATHO
Berdasarkan data laman SPSE, sejumlah proyek besar seperti RTH Bangilan dan Palang senilai Rp 50 miliar dimenangkan oleh rekanan asal Surabaya. (M. MAHFDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Dominasi kontraktor luar dalam memenangi lelang proyek APBD Kabupaten Tuban mendapat sorotan dari anggota DPRD Tuban. Utamanya proyek-proyek berskala besar.

Berdasarkan pemantauan Jawa Pos Radar Tuban pada laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Pemkab Tuban, sejumlah paket proyek besar dimenangkan perusahaan dari luar Tuban.

Dua di antaranya, paket pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) 4 di Kecamatan Bangilan dan pembangunan RTH 3 di Kecamatan Palang.

Kedua paket tersebut memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) masing-masing Rp 25 miliar. Kedua proyek dengan total nilai sekitar Rp 50 miliar itu dimenangkan PT Defani Energi Indonesia dari Surabaya.

Baca Juga: Selisih Tebal Pagu dan HPS Tiga Paket Proyek Pemkab Tuban Sumbang Silpa Rp 9,4 Miliar

Paket lain, yakni rekonstruksi jalan Sukoharjo–Sekaran/Magersari yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan HPS Rp 10,2 miliar, dimenangkan CV DR Jaya Teknik dari Bojonegoro.

Adapun paket rekonstruksi jalan ruas Ngawun–Saringembat senilai Rp 4,6 miliar dimenangkan CV Mecca Multi Teknik dari Bojonegoro.

Sejumlah proyek lain juga dimenangkan rekanan dari luar Tuban. Di antaranya pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) Jatirogo oleh PT Gemilang Anugerah Pratamana dari Sidoarjo.

Berikutnya, pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) oleh perusahaan dari Bojonegoro, serta Rekonstruksi jalan ruas Jenu–Merakurak oleh CV Sinergi Indonesia Muda dari Malang.

Anggota Komisi I DPRD Tuban Siswanto mempertanyakan minimnya rekanan lokal yang memenangkan proyek dengan nilai besar. “Pertanyaan saya, kenapa harus dari luar Tuban? Apakah rekanan asli dari Tuban tidak ada yang mampu, atau memang tidak ada yang mengajukan penawaran?” ujar Siswanto kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Siswanto, secara regulasi, perusahaan dari luar daerah tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti lelang karena proses pengadaan dilakukan secara elektronik dan terbuka.

Namun, dia menilai dominasi perusahaan luar daerah perlu menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha lokal. “Ini bukan bermaksud mengotak-ngotakkan. Kami yakin sebenarnya rekanan lokal juga tidak kalah dari luar kota, tinggal bagaimana kualifikasinya ditingkatkan,” tegasnya. 

Siswanto berharap perusahaan lokal meningkatkan kapasitas dan kualifikasi agar dapat lebih kompetitif dalam mengikuti proyek pemerintah dengan nilai besar.

Baca Juga: Setelah 28 Tahun Mangkrak, Proyek Abadi Masela Rp 390 Triliun Akhirnya Dimulai, Ribuan Lapangan Kerja Menanti

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Unit Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Tuban Catur Gunawan Tri Utomo belum memberikan tanggapan terkait banyaknya rekanan luar daerah yang memenangkan lelang proyek di Tuban.

Pesan yang dikirimkan kepada nomor pribadinya belum direspons hingga berita ini ditulis. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
proyek Lelang kontraktor apbd