Setelah Bertahun-tahun Berseteru, 112 Umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Gugatan Dicabut dan Kepanitiaan HUT Kongco Disatukan

Dwi Setiyawan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:07 WIB
Alim Sugiantoro (kiri) dan Go Tjong Ping (kanan) menandatangani kesepakatan perdamaian umat TITD Kwan Sing Bio Tuban di kelenteng setempat, Senin (20/7).
Alim Sugiantoro (kiri) dan Go Tjong Ping (kanan) menandatangani kesepakatan perdamaian umat TITD Kwan Sing Bio Tuban di kelenteng setempat, Senin (20/7).

RADARTUBAN- Setelah bertahun-tahun diwarnai kemelut internal, umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban akhirnya benar-benar meneguhkan perdamaian.

Kemarin (20/7), kesepakatan damai resmi diteken.

Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut pertemuan tokoh dan perwakilan umat yang sebelumnya digelar pada Kamis (16/7) malam.

Baca Juga: Di Tengah Perdamaian Kubu yang Bertikai di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Soedomo Sampaikan Komentar Mengejutkan: Kita Tunggu Keputusan Kejaksaan

Dalam penandatanganan kesepakatan damai tersebut, sebanyak 10 perwakilan umat membubuhkan tanda tangan dalam dokumen yang mewakili sekitar 112 umat kelenteng.

Penandatanganan berlangsung di Ruang Makan VIP Kelenteng Kwan Sing Bio.

Sejumlah tokoh kelenteng  hadir. Di antaranya Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, dan Akong.

Baca Juga: Kubu di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Terdekat Bersama Menyelenggarakan HUT 

Momentum tersebut menjadi penanda baru setelah sebelumnya sejumlah pihak terlibat perseteruan panjang.

Dokumen kesepakatan damai itu memuat sebelas pasal.

Isinya mengatur tujuan dan komitmen perdamaian, persatuan umat, penyelesaian perbedaan melalui musyawarah, larangan, komitmen umat anggota, hingga ketentuan penutup.

Alim Sugiantoro mengatakan, perdamaian tersebut diharapkan menjadi awal kembalinya keharmonisan dan kerukunan umat di salah satu rumah ibadah Tri Dharma terbesar di Asia Tenggara itu.

‘’Hari ini spesial, memang saya khusus datang dan menghendaki umat bisa rukun dan bersatu kembali. Intinya saya hanya berusaha menyatukan semua umat di sini agar bisa tenang, tidak ada perbedaan pendapat. Jika ada perbedaan pendapat, bisa dibicarakan dengan baik dan tanpa ada perseteruan," tuturnya kepada awak media.

Menurut Alim, seluruh pihak telah sepakat untuk mengakhiri perseteruan.

Terkait struktur kepengurusan ke depan, kata dia, pembahasannya akan dilakukan secara kekeluargaan bersama umat.

Alim juga menilai kondisi Kelenteng Kwan Sing Bio tetap terjaga selama dikelola Soedomo Mergonoto bersama pengelola lainnya.

Sejumlah fasilitas tempat ibadah mendapat sentuhan tangan dingin Soedomo.

Fasilitas tersebut, mulai toilet hingga tempat tidur tamu yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

‘’Karena tempat tidurnya tidak lagi kasus lipat, lutut tamu tidak sakit,’’ puji Alim terhadap kepedulian CEO PT Kapal Api Global itu dalam mengelola tempat ibadah Tri Dharma tersebut.

‘’Beliau orang yang sangat baik sekali. Saya jarang menjumpai seperti ini,’’imbuhnya.

 

 

Cabut Gugatan

Perdamaian tidak berhenti di atas kertas. Go Tjong Ping, tokoh kelenteng lainnya, memastikan bakal ada langkah konkret sebagai wujud komitmen bersama.

Salah satunya mencabut gugatan terhadap Alim Sugiantoro.

‘’Saya juga berterima kasih kepada Alim dan Akong sebagai tokoh kelenteng yang sudah menjembatani ini semua," ungkapnya.

Dia juga memastikan agenda besar kelenteng ke depan akan digelar bersama.

Termasuk perayaan ulang tahun Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 yang dijadwalkan berlangsung awal Agustus.

Kepanitiaan perayaan tersebut bakal menggabungkan perwakilan dari kelompok-kelompok yang sebelumnya berseteru.

‘’Acara ulang tahun Kongco ini akan berjalan lancar dengan adanya satu panitia saja yang sudah saya suruh untuk bergabung. Untuk kepengurusan selanjutnya, saya serahkan pada Alim Sugiantoro untuk mengatur," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemelut panjang di internal Kelenteng Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban akhirnya menemukan titik terang dalam pertemuan Kamis (16/7) malam.

Sejumlah pihak yang sebelumnya berseteru sepakat mengakhiri konflik.

Kini, mereka kembali bergandengan tangan membangun kebersamaan di kelenteng tersebut.(*)

Editor : Dwi Setiyawan
Sumber : RadarA Tuban
Alim Sugiantoro tjong ping TITD Kwan Sing Bio kelenteng