Akhiri Kemelut Panjang, Umat dan Tokoh Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Sepakat Damai

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:42 WIB
TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban resmi menandatangani dokumen perdamaian. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/RADAR TUBAN)
TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban resmi menandatangani dokumen perdamaian. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Kesepakatan damai antartokoh dan umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban kemarin (20/7) resmi ditandatangani. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut pertemuan tokoh dan perwakilan umat yang sebelumnya digelar pada Kamis (16/7) malam.

Dokumen perdamaian ditandatangani 10 perwakilan umat yang mewakili sekitar 112 umat kedua kelenteng. Penandatanganan berlangsung di Ruang Makan VIP Kelenteng Kwan Sing Bio. Sejumlah tokoh kelenteng hadir dalam prosesi tersebut, antara lain Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, dan Akong.

Kesepakatan tersebut memuat sebelas pasal yang mengatur sejumlah hal, mulai dari tujuan dan komitmen perdamaian, persatuan umat, penyelesaian perbedaan melalui musyawarah, larangan, komitmen umat anggota, hingga ketentuan penutup.

Baca Juga: Setelah Bertahun-tahun Berseteru, 112 Umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Gugatan Dicabut dan Kepanitiaan HUT Kongco Disatukan

Alim Sugiantoro, tokoh kelenteng mengatakan, kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan keharmonisan dan kerukunan umat di salah satu rumah ibadah tri dharma terbesar di Asia Tenggara itu. 

‘’Hari ini spesial, memang saya khusus datang dan menghendaki umat bisa rukun dan bersatu kembali. Intinya saya hanya berusaha menyatukan semua umat di sini agar bisa tenang, tidak ada perbedaan pendapat. Jika ada perbedaan pendapat, bisa dibicarakan dengan baik dan tanpa ada perseteruan," tuturnya kepada awak media.

Menurut Alim, seluruh pihak telah sepakat untuk berdamai. Adapun mengenai struktur kepengurusan ke depan, hal tersebut akan dibahas secara kekeluargaan bersama umat.

Dia menilai kondisi Kelenteng Kwan Sing Bio tetap terjaga selama dikelola Soedomo Mergonoto bersama pengelola lainnya.

Menurut dia, kondisi tersebut terlihat dari pembangunan sejumlah fasilitas, termasuk toilet dan tempat tidur bagi tamu yang nilainya mencapai miliaran rupiah. ‘’Karena tempat tidurnya tidak lagi kasus lipat, lutut tamu tidak sakit,’’ puji kepedulian Soedomo terhadap pengelolaan tempat ibadah tri dharma tersebut.

Go Tjong Ping mengatakan, perdamaian tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret. Salah satunya dengan mencabut gugatan terhadap Alim Sugiantoro.

‘’Saya juga berterima kasih kepada Alim dan Akong sebagai tokoh kelenteng yang sudah menjembatani ini semua," ungkapnya.

Dia memastikan agenda besar kelenteng ke depan akan dilaksanakan secara bersama-sama. Salah satunya perayaan ulang tahun Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 pada awal Agustus.

Kepanitiaan perayaan tersebut akan menggabungkan perwakilan dari kelompok-kelompok yang sebelumnya berseteru.

‘’Acara ulang tahun Kongco ini akan berjalan lancar dengan adanya satu panitia saja yang sudah saya suruh untuk bergabung. Untuk kepengurusan selanjutnya, saya serahkan pada Alim Sugiantoro untuk mengatur," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemelut panjang di internal Kelenteng Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban akhirnya menemukan titik terang dalam pertemuan pada Kamis (16/7) malam. Sejumlah pihak yang sebelumnya berseteru sepakat mengakhiri konflik dan kembali membangun kebersamaan.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Kwan Sing Bio titd