RADARTUBAN - Rencana revitalisasi Taman Kapur di Kabupaten Tuban senilai Rp 16,6 miliar belum terealisasi. Hingga Senin (20/7), paket pekerjaan tersebut belum muncul dalam proses lelang di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Tuban.
Padahal, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penataan taman yang berada di perempatan Jalan Hayam Wuruk tersebut. Revitalisasi juga direncanakan mulai dilaksanakan tahun ini.
Kondisi Taman Kapur saat ini menunjukkan perlunya penataan. Salah satunya terlihat pada papan nama neon boks di bagian depan taman. Tulisan berwarna hijau dan oranye yang semula berbunyi ”Taman Kapur” kini tidak lagi utuh. Yang tersisa hanya tulisan ”Taman”. Sementara tulisan ”Kapur” telah rusak.
Baca Juga: Taman Kapur Tuban, Ruang Hijau untuk Belajar Mencintai Satwa
Sejumlah fasilitas di dalam taman juga dinilai membutuhkan pembenahan. Jika proses lelang tidak dilakukan tahun ini, rencana penataan taman yang sebelumnya sempat direncanakan sejak 2022 berpotensi kembali tertunda.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tuban Agung Supriyadi belum memberikan penjelasan mengenai rencana revitalisasi tersebut.
Salah satu pengunjung Taman Kapur, Purwanto mengatakan, taman yang menjadi lokasi pemeliharaan rusa tersebut masih dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih menarik.
Menurut dia, setiap akhir pekan banyak orang tua yang membawa anak-anak untuk berkunjung dan memberi makan rusa. ‘’Kalau ini ada penataan dan ditambah fasilitas baru, tentunya akan semakin nyaman ketika dikunjungi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Purwanto berharap pemerintah dapat menambah fasilitas bersantai dan area edukasi mengenai rusa. Menurut dia, konsep tersebut berpotensi menarik lebih banyak pengunjung, termasuk lembaga pendidikan anak usia dini.
‘’Kalau memang mau ditata monggo pemerintah bisa disegerakan, biar tamannya bisa lebih bagus tidak seperti sekarang,’’ pungkasnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban