Apa Itu Sekolah Haji? Berikut Penjelasan Program Persiapan CJH Tuban 2027 yang Dipertajam

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:13 WIB
Kantor Kemenhaj Tuban menggelar Sekolah Haji tahap pertama kemarin (22/7). (Radar Tuban)
Kantor Kemenhaj Tuban menggelar Sekolah Haji tahap pertama kemarin (22/7). (Radar Tuban)

RADARTUBAN — Meski penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih jauh, persiapan bagi calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Tuban sudah dimulai.

Untuk membekali calon tamu Allah yang masuk daftar prioritas keberangkatan, kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban menggelar program Sekolah Haji.

Kegiatan yang dimulai kemarin (22/7) itu diikuti secara bertahap oleh calon jemaah. Pada sesi perdana, peserta berasal dari Kecamatan Tuban dan Palang.

Baca Juga: Kuota Haji Khusus 8 Persen Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketimpangan Akses Jamaah Reguler Indonesia

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenhaj Tuban Abd Ghofur mengatakan, Sekolah Haji dijadwalkan berlangsung hingga 1 Agustus 2026.

Program tersebut menyasar 961 calon jemaah yang masuk daftar prioritas keberangkatan haji 2027, terdiri atas 922 jemaah sesuai urut porsi dan 39 jemaah prioritas lanjut usia. 

"Pelaksanaan Sekolah Haji dilakukan secara bergelombang. Setiap sesi diikuti sekitar 200 jemaah dan hari ini diawali dari jemaah asal Kecamatan Tuban dan Palang," kata Ghofur kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Ghofur, program itu merupakan yang pertama kali diterapkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, pembinaan bagi calon jemaah dilakukan secara serentak di Asrama Haji menjelang keberangkatan. Kini, pola pembinaan diubah menjadi lebih dini dan bertahap melalui Sekolah Haji.

Melalui program tersebut, calon jemaah tidak hanya menerima materi teori, namun juga praktik manasik. Pembekalan mencakup tata cara pelaksanaan ibadah haji, aspek kesehatan, kesiapan mental dan spiritual, hingga pengelolaan administrasi serta keuangan selama menjalankan ibadah.

"Dengan begitu, diharapkan jemaah bisa berangkat dan pulang dengan selamat serta meraih haji yang mabrur," ujarnya.

Dia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi pemeriksaan dan persiapan kesehatan, kelengkapan dokumen perjalanan, serta manajemen keuangan haji. Pembekalan sejak dini diharapkan memberi waktu yang cukup bagi calon jemaah untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi pengetahuan maupun kondisi fisik.

"Kami ingin calon jemaah lebih siap secara ilmu, fisik, dan mental dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci nanti," katanya.

Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memverifikasi data calon jemaah yang diproyeksikan berangkat pada musim haji 2027. Verifikasi dilakukan terhadap 961 nama dalam daftar awal, meski jumlah itu masih dimungkinkan bertambah seiring proses pemutakhiran data.

"Meski tahapan keberangkatan masih panjang, verifikasi data perlu dilakukan lebih awal agar seluruh proses persiapan berjalan lebih baik," ujar Ghofur. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sekolah Haji Tuban cjh calon