Haul Akbar Langitan ke-56 Dipadati Ribuan Jemaah, Polisi Terapkan Skema Contraflow

Andreyan (An) • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:01 WIB
Suasana Jalan Raya Widang-Babat dipadati kendaraan dan lalu lalang jemaah Haul Langitan ke-56, kemarin (23/7). (Andreyan/Radar Tuban)
Suasana Jalan Raya Widang-Babat dipadati kendaraan dan lalu lalang jemaah Haul Langitan ke-56, kemarin (23/7). (Andreyan/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Ribuan jemaah memadati kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Widang pada puncak Haul Akbar Masyayikh ke-56, kemarin (23/7).

Membludaknya jemaah memicu arus lalu lintas di Jalan Raya Widang–Babat meningkat tajam, sehingga kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran perjalanan.

Sejak pagi, rombongan jemaah datang bergelombang dari berbagai daerah. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan haul yang diawali dengan penutupan semaan Alquran bil ghaib, ziarah ke maqbarah yang dibuka untuk umum, hingga acara puncak yang berlangsung pukul 13.00-15.30.

Lonjakan jumlah pengunjung berdampak langsung pada kepadatan kendaraan di sekitar kompleks pesantren. Untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus mengamankan jalannya kegiatan, Polresta Tuban mengerahkan 217 personel.

Baca Juga: Lautan Jemaah Padati Puncak Haul Sunan Bonang, Peziarah Datang dari Dalam dan Luar Negeri

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Tuban Ipda Agus Eka Oktasaftian mengatakan, rekayasa lalu lintas disiapkan sejak pagi agar arus kendaraan tetap bergerak, meski volume kendaraan meningkat. "Dari Polresta Tuban total 217 personel yang diterjunkan sejak pagi," ujarnya.

Dalam rekayasa lalu lintas tersebut, terang dia, kendaraan angkutan barang dari Semarang menuju Surabaya dialihkan mulai Simpang Tiga Terminal Kambang Putih Tuban menuju jalur pantura melalui Brondong-Paciran, Lamongan. Sementara itu, kendaraan muatan besar dari arah Surabaya menuju Semarang dialihkan dari Simpang Tiga Babat menuju Bojonegoro.

Selain pengalihan arus, polisi menerapkan sistem contraflow di ruas jalan raya tepat di depan Pondok Pesantren Langitan. Skema tersebut diberlakukan secara situasional mengikuti tingkat kepadatan kendaraan. "Kami pastikan tidak ada kemacetan yang mengular. Jika mulai padat, maka skema contraflow kami terapkan," kata Agus.

Menurut dia, kepadatan lalu lintas pada pelaksanaan haul tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya, kata dia, semakin banyak pengendara yang mematuhi rekayasa lalu lintas dan memilih jalur alternatif yang telah disiapkan petugas.

"Kalau dari pengamatan kami cenderung menurun. Mungkin salah satu faktornya banyak kendaraan yang mulai tertib mengikuti rekayasa jalur alternatif," tuturnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban haul ponpes Langitan