Bijak Bermedia Sosial, Karang Taruna Jenu Deklarasikan Perang terhadap Hoaks

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:36 WIB
Karang Taruna Jenu saat menyimak materi tentang dunia digital untuk memerangi hoaks. (Radar Tuban)
Karang Taruna Jenu saat menyimak materi tentang dunia digital untuk memerangi hoaks. (Radar Tuban)

RADARTUBAN – Arus informasi yang semakin cepat melalui media sosial membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Di balik kemudahan memperoleh informasi, maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten negatif menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.

Sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban berkolaborasi dengan PRPP menggelar Kelas Bareng Karang Taruna. Program ini memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial, literasi digital, serta pembuatan konten positif bagi generasi muda di desa-desa sekitar proyek GRR Tuban.

Tokoh pemuda Desa Beji, Fatkhul Niam, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan tidak hanya menambah wawasan tentang pengelolaan organisasi, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

"Semoga teman-teman Karang Taruna dapat mengabarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang bermanfaat dari Desa Beji melalui konten yang kreatif," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wildan, pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso. Dia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan materi yang semakin beragam untuk mendukung pengembangan kapasitas generasi muda.

Sementara itu, Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menekan penyebaran informasi negatif karena lebih akrab dengan teknologi dan media digital.

"Karang Taruna sebagai ujung tombak kegiatan generasi muda di desa harus mengambil langkah proaktif untuk turut mengurangi penyebaran informasi negatif," katanya.

Febrian berharap peserta dapat menjadi agen penyebar informasi yang akurat dan bertanggung jawab sekaligus mempromosikan berbagai potensi positif desa melalui media sosial.

Program Kelas Bareng Karang Taruna 2026 diikuti sekitar 160 pengurus dan anggota Karang Taruna dari desa-desa sekitar Proyek EW GRR Tuban, yakni Beji, Mentoso, Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan Kaliuntu. Selain memperoleh materi etika bermedia sosial, peserta juga mendapat pelatihan pembuatan konten media sosial yang efektif serta pengelolaan dokumen dan arsip organisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 16, yakni mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban proyek grr jenu