Tjong Ping Bertobat di Altar Kwan Sing Bio, Meminta Maaf kepada Soedomo Mergonoto Demi Kerukunan Umat Setelah Perdamaian

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:11 WIB


Tjong Ping sembahyang menghadap laut di depan TITD Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (30/7). Ritual tersebut merupakan rangkaian dari pertobatannya kepada Kwan Sing Tee Koen, dewa utama yang disembah kelenteng setempat.
Tjong Ping sembahyang menghadap laut di depan TITD Kwan Sing Bio Tuban, Kamis (30/7). Ritual tersebut merupakan rangkaian dari pertobatannya kepada Kwan Sing Tee Koen, dewa utama yang disembah kelenteng setempat.

RADARTUBAN-Padamnya perseteruan bertahun-tahun di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban tidak hanya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan damai pada Senin (20/7) atau sepuluh hari lalu. 

Kamis (30/7) pukul 10.00, Go Tjong Ping menggelar ritual pertobatan di altar Kongco Kwan Sing Tee Koen Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. 

Di hadapan Kongco, dengan posisi sembahyang dan menggenggam tiga batang hio, salah satu tokoh kelenteng yang terlibat perseteruan itu mengakui semua kekhilafannya dan memohon maaf. 

Baca Juga: Akhiri Kemelut Panjang, Umat dan Tokoh Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Sepakat Damai

Khususnya kepada Soedomo Mergonoto, CEO Kapal Api Global atas ucapannya pada 22-23 Februari 2026. 

Ucapan yang sama juga disampaikan kepada anak-anak dan istri Soedomo berikut perusahaannya. 

Tjong Ping mengakui dirinya salah ucap dan kata-katanya menyinggung mereka. 

Baca Juga: Setelah Bertahun-tahun Berseteru, 112 Umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Gugatan Dicabut dan Kepanitiaan HUT Kongco Disatukan

Dia juga menyatakan siap dipanggil ke Surabaya untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Soedomo demi perdamaian di kelenteng. 

Juga demi suksesnya Hari Ulang Tahun ke-1866 Kongco Kwan Sing Tee Koen.

‘’Saat itu saya salah ucap karena terbawa emosi dan marah. Hari ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Domo, istri, anak-anaknya, sekaligus perusahaan beliau,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban usai sembahyang. 

Setelah melakukan pertobatan dan permohonan maaf, mantan anggota DPRD Jatim itu mengaku hatinya jauh lebih tenang dan legowo. 

Dia merasa beban emosional dari pertikaian yang selama ini mengganjal perlahan sirna. 

Tjong Ping juga menyampaikan harapan besar agar Soedomo berkenan menerima permintaan maafnya dan mengundang dirinya untuk bertemu langsung di Surabaya. 

‘’Sekali lagi saya memohon undangan dari Pak Soedomo. Begitu ada undangan, saya siap langsung berangkat ke Surabaya,” tegasnya.

Keinginan kuat Tjong Ping untuk membina hubungan baik bukan tanpa alasan.

Menurutnya, momen menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang puncaknya digelar pada 5-6 Agustus harus disambut dengan balutan kedamaian dan kerukunan antarumat. 

Keharmonisan umat kelenteng Tuban juga untuk memulihkan citra tempat ibadah terbesar se-Asia Tenggara itu.

Karena itu, kata Tjong Ping, jika kerukunan terwujud, umat, masyarakat, maupun wisatawan dari berbagai daerah tidak akan ragu untuk berkunjung. 

Pemilik nama pribumi Teguh Prabowo Gunawan ini juga menegaskan bahwa saat ini kondisi internal umat sudah sangat solid dan kompak.

Hampir seluruh umat sudah menandatangani kesepakatan damai di hadapan notaris sebagai bentuk bukti dan komitmen bersama. 

‘’Harapan saya, Pak Domo dapat terus memberikan dukungan dan membantu Kelenteng Kwan Sing Bio ini. Mudah-mudahan momen ulang tahun Kongco ini berjalan damai, khidmat, dan rukun semuanya,” kata dia.(*) 

Editor : Dwi Setiyawan
Sumber : Radar Tuban
TITD Kwan Sing Bio Tuban tjong ping soedomo mergonoto kelenteng