Angka Kematian Ibu dan Bayi di Tuban Menurun Signifikan Selama Tiga Tahun Terakhir, Begini Datanya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:03 WIB
Tren angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Tuban terus menyusut hingga Juni ini. (Shutterstock)
Tren angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Tuban terus menyusut hingga Juni ini. (Shutterstock)

RADARTUBAN – Angka kematian ibu (AKI) dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan signifikan. Hingga Juni lalu, jumlah AKI di Kota Batik Gedog sebanyak 6 kasus.

Merujuk data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, penurunan signifikan itu berlangsung selama tiga tahun terakhir. Pada 2024, jumlah AKI mencapai 24 kasus. Selanjutnya, 2025 turun menjadi 17 kasus, dan tahun ini harapan kembali turun. 

Selain AKI, angka kematian bayi (AKB) juga konsisten menyusut. Pada 2024 tercatat sebanyak 110 kasus. Lalu turun menjadi 89 kasus pada 2025, dan tahun ini—hingga Juni lalu terakumulasi 33 kasus. 

Baca Juga: Polisi Minta Keluarga Sutrimo Segera Lapor Jika Menemukan Kejanggalan Kematian

Dokter Slamet Soperijadi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp. OG) RSNU Tuban mengungkapkan, pendarahan dan kejang akibat darah tinggi selama kehamilan menjadi salah satu faktor penyumbang terbanyak kematian pada ibu. 

Risiko pendarahan umumnya mengintai ibu dengan kondisi janin berukuran besar, kehamilan kembar, hingga adanya kelainan cairan ketuban berlebih atau hidramion.

Selain itu, pada wanita yang sudah pernah melewati lima persalinan juga termasuk dalam kategori rangan mengalami pendarahan selama proses persalinan. 

‘’Komplikasi lain seperti persalinan macet hingga risiko ruptur juga dapat berujung fatal jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Lebih lanjut dia membeberkan, obesitas dan hipertensi selama kehamilan juga tidak boleh dianggap remeh. Darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu kejang atau eklamsia pada ibu karena dapat menyebabkan pendarahan pada otak. 
Slamet menegaskan, ibu hamil lebih baik melakukan pengecekan kandungan rutin selama masa kehamilan sehingga tenaga medis dapat mengetahui kondisi kandungan dan segera melakukan tindakan apabila terjadi risiko komplikasi. 

‘’Mencegah dan mengetahui berbagai risiko sejak awal bisa menghindarkan risiko kematian pada ibu maupun bayinya,” tandas Slamet. (saf/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban AKB AKI hamil