Akhiri Konflik Bertahun-tahun, Go Tjong Ping Jalani Ritual Pertobatan di Altar Kwan Sing Bio Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:32 WIB
Go Tjong Ping beribadah di depan TITD Kwan Sing Bio Tuban yang merupakan rangkaian sembahyang memohon ampunan kepada Kongco Kwan Sing Tee Koen, kemarin (30/7). (M. Robit Bilhaq/Radar Tuban)
Go Tjong Ping beribadah di depan TITD Kwan Sing Bio Tuban yang merupakan rangkaian sembahyang memohon ampunan kepada Kongco Kwan Sing Tee Koen, kemarin (30/7). (M. Robit Bilhaq/Radar Tuban)

RADARTUBANPerseteruan yang berlangsung bertahun-tahun di internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban berada di titik terendah.

Setelah seluruh pihak menandatangani kesepakatan damai pada 20 Juli lalu, Go Tjong Ping, salah satu tokoh yang terlibat dalam konflik menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Kemarin (30/7) sekitar pukul 10.00, Tjong Ping menjalani prosesi pertobatan di altar Kongco Kwan Sing Tee Koen, Kelenteng Kwan Sing Bio.

Baca Juga: Akhiri Kemelut Panjang, Umat dan Tokoh Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Sepakat Damai

Dengan memegang tiga batang hio dan bersembahyang di hadapan altar, mantan anggota DPRD Jawa Timur itu mengakui kesalahannya. Dia memohon ampun atas ucapan yang pernah disampaikannya.

Permohonan maaf tersebut ditujukan secara khusus kepada Soedomo Mergonoto, CEO Kapal Api Global, beserta istri, anak-anak, dan perusahaan yang dipimpinnya.

Tjong Ping mengakui ucapan yang disampaikannya pada 22-23 Februari 2026 merupakan kekeliruan yang dipengaruhi emosi, sehingga menyinggung pihak Soedomo.

"Saat itu saya salah ucap karena terbawa emosi dan marah. Hari ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Domo, istri, anak-anaknya, sekaligus perusahaan beliau," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban seusai prosesi sembahyang.

Dia menyatakan siap ke Surabaya apabila mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Soedomo untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat perdamaian di lingkungan kelenteng.

"Sekali lagi saya memohon undangan dari Pak Soedomo. Begitu ada undangan, saya siap langsung berangkat ke Surabaya," katanya.

Tjong Ping mengaku prosesi pertobatan yang dijalaninya membuat beban batin akibat konflik yang berlangsung selama ini berangsur berkurang.

Dia berharap permohonan maafnya dapat diterima, sehingga hubungan baik antarpihak dapat kembali terjalin.

Tjong Ping menilai momentum menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-1866 Kongco Kwan Sing Tee Koen pada 5-6 Agustus 2026 menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kembali persatuan umat.

Menurutnya, suasana damai diperlukan agar perayaan dapat berlangsung khidmat sekaligus mengembalikan citra Kelenteng Kwan Sing Bio sebagai salah satu tempat ibadah Tri Dharma yang dikenal luas di Indonesia.

Baca Juga: Setelah Bertahun-tahun Berseteru, 112 Umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Akhirnya Berdamai, Gugatan Dicabut dan Kepanitiaan HUT Kongco Disatukan

Selain itu, keharmonisan antarumat dinilai penting untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Tuban.

Pemilik nama pribumi Teguh Prabowo Gunawan tersebut mengatakan kondisi internal umat kini jauh lebih kondusif. Dia menyebut hampir seluruh umat telah menandatangani kesepakatan damai di hadapan notaris sebagai bentuk komitmen bersama mengakhiri konflik.

"Harapan saya, Pak Domo dapat terus memberikan dukungan dan membantu Kelenteng Kwan Sing Bio ini. Mudah-mudahan momen ulang tahun Kongco ini berjalan damai, khidmat, dan rukun semuanya," ujarnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Kwan Sing Bio Go Tjong Ping